Karyawan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Rp 725 Juta, Ini Kata Pimpinan Cabang BRI Slamet Riyadi Solo

Selain itu, teknis pengawasan dan semua proses pencairannya langsung berada di bawah kewenangan Kantor Wilayah (Kanwil) BRI.

Karyawan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Rp 725 Juta, Ini Kata Pimpinan Cabang BRI Slamet Riyadi Solo
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Teller BRI Slamet Riyadi Solo, NH (45), menjadi tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) Program Indonesia Pintar (PIP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Hal tersebut dibenarkan Pimpinan Cabang BRI Slamet Riyadi Solo, Susanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, NH diduga menggelapkan dana PIP sebesar Rp 725.500.000.

Dana bantuan yang harusnya disalurkan kepada siswa miskin dari 41 SMK di Solo itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca: Dengar Saksi Beri Keterangan, Bos First Travel Anniesa Hasibuan Terus Menangis di Ruang Sidang

Kepada wartawan, Susanto menyatakan bahwa kasus NH sudah ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo.

Sementara, status kepegawaian NH telah diberhentikan dari BRI Solo.

"(NH) sudah tidak di kantor lagi sejak akhir tahun lalu, statusnya juga sudah dihentikan,” ungkap dia.

Dia menerangkan, selama pencairan dana PIP, memang hanya dilakukan oleh satu orang teller saja.

Halaman
12
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help