Home »

Solo

Kejari Solo Periksa 47 Saksi untuk Kasus Penggelapan Bantuan Siswa Miskin Senilai Rp 700 Juta Lebih

Seperti pihak sekolah sebagai pihak yang curiga lantaran bantuan PIP tak kunjung cair kepada siswanya.

Kejari Solo Periksa 47 Saksi untuk Kasus Penggelapan Bantuan Siswa Miskin Senilai Rp 700 Juta Lebih
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kasi Tindak Pidana Kusus Kejari Solo, Suyanto, ditemui Rabu (14/3/2018) siang 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo telah memeriksa total 47 saksi dalam kasus tindak pidana korupsi (tipikor) Program Indonesia Pintar (PIP) 2016 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Kasus tersebut melibatkan tersangka tunggal berinisal NH (45), teller BRI Slamet Riyadi, Solo.

Kasi Tindak Pidana Kusus (Kasi Pidsus) Kejari Solo, Suyanto, mewakili Kepala Kejari Solo, Teguh Subroto, menjelaskan, 47 saksi yang diperiksa dari berbagai unsur.

"Saksi yang kita periksa dari pihak sekolah ada 37 saksi, Bank BRI 9 saksi, lalu Kemdikbud dari Jakarta satu saksi," ujarnya ditemui Rabu (14/3/2018) siang.

Baca: Diduga Gelapkan Bantuan Dana Siswa Miskin, Begini Cara Teller Bank di Solo Lakukan Aksinya

Dia mengatakan, ketiga unsur tersebut diperiksa untuk memperdalam penyidikan.

Seperti pihak sekolah sebagai pihak yang curiga lantaran bantuan PIP tak kunjung cair kepada siswanya.

Adapun NH total merugikan negara sebesar Rp 725.500.000 yang digelapkannya itu.

Bantuan dana PIP 2016 di Solo awalnya sebesar Rp 2 miliar 90 juta, ditujukan untuk 41 SMK dengan jumlah penerima 2.750 siswa kelas X, XI, dan XII.

Halaman
12
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help