Harga Rokok Naik Dua Kali Lipat Sebagai Akibat 'Pajak Dosa', Begini Perokok di EUA Mensiasati

Sudah setahun pemerintah Uni Emirat Arab menerapkan 'pajak dosa' dengan rujuan menekan jumlah perkokok di sana.

Harga Rokok Naik Dua Kali Lipat Sebagai Akibat 'Pajak Dosa', Begini Perokok di EUA Mensiasati
Net
Kemasan rokok 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM- Sudah setahun pemerintah Uni Emirat Arab menerapkan 'pajak dosa' dengan rujuan menekan jumlah perkokok di sana.

Hasilnya, hanya dari empat perokok yang mengubah kebiasannya.

Menurut jajak pendapat terhadap 600 perokok yang dilakukan surat kabar The National, sekitar tiga perempat perokok mengatakan harga rokok yang naik dua kali lipat pada Oktober 2017 tidak menyebabkan mereka berhenti merokok.

Bahkan, jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa pengguna medwakh, rokok pipa khas Arab, justru mengalami peningkatan.

Baca: Viral Video Anak Balita Perempuan Diberi Rokok, Sang Ibu Ditahan Kepolisian AS

Seorang pakar kesehaan Dr Saheer Sainalabdeen mengatakan pemuda yang harus dioperasi karena rokok pipa terus mengalami peningkatan.

"Mengisap rokok medwakh sama dengan mengisap empat hingga lima batang rokok," katanya seperti dilansir Tribunsolo.com dari BBC pada Kamis (22/3/2018).

"Pajak dosa", yang nama resminya adalah pajak cukai, mulai berlaku pada 1 Oktober 2017, sebagai upaya untuk mempromosikan kehidupan lebih sehat di kalangan warga UEA.

Akibat pajak tersebut, harga rokok meningkat dua kali lipat.

Pajak sebanyak 50 persen juga diberlakukan untuk berbagai jenis minuman manis berkarbonasi.

Namun, tampaknya para perokok lebih memilih untuk beralih ke merek-merek rokok yang lebih murah daripada berhenti merokok sama sekali.

Baca: Dian Sastro Rayakan Ulang Tahun, Gaun dan Benda di Tangan Jadi Sorotan, Netter Duga Merokok

Meskipun sekarang harga rokok paling terkenal dibanderol seharga 22 dirham atau sekitar Rp 82.000 per bungkus, para penggemar tembakau masih bisa membeli rokok seharga 3 dirham atau sekitar Rp 11.000 per bungkus.

Penulis: rika apriyanti
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help