TribunSolo/

Mantan Walikota di Cina Divonis Hukuman Mati Setelah Terbukti Korupsi Sekitar Rp 2 Triliun

Hukuman atas kejahatan korupsi ini dianggap yang paling berat sejak Presiden Xi Jinping berkuasa pada 2012

Mantan Walikota di Cina Divonis Hukuman Mati Setelah Terbukti Korupsi Sekitar Rp 2 Triliun
Scmp
Mantan walikota Kota Luliang di Provinsi Shanxi, Cina dijatahui hukuman mati pada Rabu (28/3/2018) atas tindak kejahatan korupsi yang dia lakukan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM,LULIANG - Seorang mantan walikota Kota Luliang di Provinsi Shanxi, Cina dijatahui hukuman mati pada Rabu (28/3/2018) atas tindak kejahatan korupsi yang dia lakukan.

Kota Luliang dianggap sebagai kota miskin namun kaya akan batu bara.

Dia dijahuhi hukuman mati tanpa pengangguhan hukuman karena menerima lebih dari satu miliar yuan (160 juta dolar AS) uang suap atau sekitar Rp 2,2 triliun.

Hukuman atas kejahatan korupsi ini dianggap yang paling berat sejak Presiden Xi Jinping berkuasa pada 2012.

Baca: Bungker Bekas Markas Perang Dingin di AS Ini Disulap Jadi Penginapan Keren

Zhang masih dapat mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Rakyat Intermediate of Linfen, dan hukuman mati harus disetujui oleh mahkamah agung di Beijing.

Saat sidang berlangsung, pengadilan mengatakan Zhang telah menunjukkan kejahatan ekstrim dengan menerima suap.

Provinsi Shanxi, di utara, menjadi target kampanye anti-korupsi Presiden Xi pada 2013.

Zhang (65) telah bekerja di pemerintahan lokal sekitar 40 tahun sebelum dia diselidiki oleh graft-busters partai pada tahun 2014.

Halaman
12
Penulis: rika apriyanti
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help