Kreatif! Pengusaha di Nigeria Ini Sulap Sampah Plastik Menjadi Jas Hujan dan Barang Berguna Lainnya

Awal mulanya, Olayemi pergi ke tempat pembuangan sampah untuk memungut beberapa kantongan air itu.

Kreatif! Pengusaha di Nigeria Ini Sulap Sampah Plastik Menjadi Jas Hujan dan Barang Berguna Lainnya
KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI
Ilustrasi beberapa model memeragakan pakaian yang berbahan baku sampah di acara Car Free Day di Yogyakarta, Minggu (8/3/2015) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM, LAGOS - Seorang pengusaha di Nigeria berhasil merubahah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat.

Hal ini dia lakukan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap polusi dan lingkungan yang semakin kotor.

Pengusaha yang diketahui bernama Olayemi Samson ini berhasil merubaha sampah plastik menjadi jas hujan, tas sekolah, pelindung atap mobil dan sepatu.

Saat ini, dia sedang mengerjakan pakaian untuk menambah koleksinya.

Baca: Pernah Hidup Glamor hingga Jualan Nasi di Pasar, Artis Ini Ingin Anaknya Kelak Jadi Hafiz Alquran

"Saya memahami bahwa setiap hari lebih dari 27 juta kantong plastik berisi limbah air berserakan di jalan. Jadi, saya mulai bertanya pada diri sendiri bahwa sampah ini, memerlukan waktu 20 hingga 30 tahun sebelum membusuk dan kemana nanti tujuan akhir sampah ini?," kata Olayemi seperti dilansir Tribunsolo.com dari Nationalgeographic.co.id.

Awal mulanya, Olayemi pergi ke tempat pembuangan sampah untuk memungut beberapa kantongan air itu.

Kemudian dia mencuci dan mensterilkannya sebelum menerapkan keterampilannya dalam mengubah kantong-kantong plastik itu menjadi tas sekolah, topi untuk mandi dan bahkan pelindung atap mobil supaya terhindar dari sinar matahari.

Ternyata tak semua orang mendukung kegiatan Olayemi ini.

Baca: Rich Brian Luncurkan Single Watch Out, Komentarnya Ribuan!

"Tidak, saya tidak bisa menggunakannya karena kantong plastik air ini kotor, itu tidak baik."

"Ini adalah suatu produk dari sampah, saya tidak akan membiarkan anak saya memakainya sebagai pakaian atau tas untuk ke sekolah, ini tidak masuk akal," kata Emmanuel Itiniyi, seorang warga di Lagos.

Menurut laporan Bank Dunia tahun 2011, di Lagos 9.000 ton sampah menumpuk setiap hari.

Olayemi yang bisnisnya belum berlaba, mengatakan ia berharap dapat menjadi inspirasi bagi kaum muda serta mereka yang berwenang dalam urusan melindungi lingkungan hidup. (*)

Penulis: rika apriyanti
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved