Tumurun Private Museum di Solo, Ruang Seni Rupa dengan Statementnya Masing-masing

Makna-makna yang disampaikan pun beragam mulai dari konflik sosial, politik, hingga humanisme.

Tumurun Private Museum di Solo, Ruang Seni Rupa dengan Statementnya Masing-masing
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Suasana di dalam Tumurun Private Museum 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tumurun Private Museum, ruang seni baru di Surakarta ini memiliki karakter tersendiri untuk memamerkan koleksinya berupa karya-karya seni rupa.

"Seni rupa yang tidak sekedar dekoratif, tapi mampu menyampaikan statement-statementnya kepada publik," ujar Mira C Setiady Founder Tumurun Private Museum kepada TribunSolo.com, saat ditemui di tengah acara Open House Tumurun Private Museum, Sabtu (14/4/2018).

Sehingga tidak cukup membingkai estetika saja namun ada makna di dalamnya.

Makna-makna yang disampaikan pun beragam mulai dari konflik sosial, politik, hingga humanisme.

Baca: Tumurun Private Museum, Ruang Apresiasi Seni Rupa Anyar di Kota Solo

Suasana di dalam Tumurun Private Museum
Suasana di dalam Tumurun Private Museum (TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI)

Salah satunya tampak pada karya seni rupa milik Rudi Mantofani yang berjudul Merah Putih.

"Pada dasarnya karya Rudi ini sederhana dan dekoratif, namun di dalam kesederhanaan itu ada makna penting yang membuatnya spesial, seolah seperti eksplorasi dari Indonesia kita saat ini," pungkasnya.

Dan lagi karya milik perupa asal Solo yakni Aditya Novali.

Dimana profesinya sebagai seorang arsitektur tergambar jelas dalam karakter lukisannya.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help