Sukatno, Pengusaha Pertama yang Menanam Salak Lawu di Tawangmangu karena Terinspirasi Bung Karno

Di usianya yang menginjak 74 tahun, Sukatno masih mengingat bagaimana ia hidup di antara tiga rezim, Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi

Sukatno, Pengusaha Pertama yang Menanam Salak Lawu di Tawangmangu karena Terinspirasi Bung Karno
TribunSolo.com/Efrem Limsan Siregar
Sukatno, pemilik RM Gunung Mas, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Di usianya yang menginjak 74 tahun, Sukatno masih mengingat bagaimana ia hidup di antara tiga rezim, Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi.

Dari semua itu, pengusaha sekaligus pemilik Rumah Makan Gunung Mas, Tawangmangu, Karanganyar, ini mengakui kekagumannya pada sosok Soekarno, Presiden pertama Indonesia.

Seisi dinding rumah makannya terlihat dijejeli banyak poster dan kutipan pidato Bung Karno.

"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe, kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tetapi budak," demikian kutipan pidato Bung Karno pada 1963 terpajang di salah satu dinding rumah makannya.

Baca: VIDEO - Tumurun Private Museum, Instalasi Pergerakan Seni Rupa Dunia di Kota Solo

Ia menyebut dirinya sebagai seorang Marhaenis dan Soekarnois.

Kekaguman Sukatno pun kian besar tatkala membandingkan kondisi negara Indonesia saat ini dengan zaman dahulu.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bung Karno, nyaris tak ada kasus korupsi yang diketahuinya kala itu.

Ia makin yakin ketika mendapat berita terbaru tentang 38 anggota DPRD Sumatera Utara yang dijadikan sebagai tersangka pada akhir Maret lalu, ditambah 10 anggota DPRD dari Kota Malang.

Halaman
1234
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved