Awas! Jangan Terlalu Lama Duduk saat Bekerja, Ini Bahayananya Menurut Ahli

Para peneliti menemukan fakta bahwa mereka yang menjalani gaya hidup sedentari memiliki wilayah otak yang lebih kecil.

Awas! Jangan Terlalu Lama Duduk saat Bekerja, Ini Bahayananya Menurut Ahli
Shutterstock
​ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM - Apakah kamu seorang pekerja yang terus duduk dalam waktu yang lama?

Sebuah hasil penelitian terbaru menyatakan bahwa terlalu lama duduk dalam sehari dapat membuat kita bodoh.

Para peneliti menemukan fakta bahwa mereka yang menjalani gaya hidup sedentari memiliki wilayah otak yang lebih kecil.

Sedentari adalah gaya hidup dimana seseorang kurang dalam aktivitas fisik.

Baca: Rumah di Samarinda Terbakar, Satu Keluarga Tewas Terpanggang

Studi yang dilakukan para peneliti dari University of California ini menambah daftar bahaya duduk terlalu lama.

Tidah hanya membuat bodoh, hasil sebelumnya bukti menunjukkan bahwa kebiasaan buruk tersebut berisiko menyebabkan penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker, dan kematian dini.

Namun, dalam penelitian terbaru yang dilakukan pada 35 partisipan, diketahui bahwa duduk terlalu lama bahkan bisa meningkatkan risiko demensia.

Demensia adalah kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mana mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.

Seringkali, memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh.

Baca: Cipatakan Kondusivitas Perparkiran Kota Solo, Dishub Lakukan Pembinaan kepada Juru Parkir 

Dilansir TribunSolo.com dari Daily Mail, studi yang dipublikasikan pada jurnal PLOS ONE ini memberikan pertanyaan kepada partisipan berusia 45 hingga 75 tahun mengenai kebiasaan olahraga mereka.

Setiap partisipan lalu melakukan pindai MRI untuk melihat lebih jauh lobus temporal medial – area di otak yang terlibat dalam pembentukan memori baru.

Dipimpin oleh dr. Prabha Siddarth, ahli biostatistik, penelitian ini menemukan fakta bahwa partisipan yang menjalani gaya hidup sedentari, lobus temporal medialnya lebih tipis.(*)

Penulis: rika apriyanti
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved