Doktor UNS Solo Temukan Propolis Hambat Progresivitas Kerusakan Ginjal Kronis

Ia berhasil mempertahankan desertasi dan berhasil lulus menjadi Doktor UNS ke 343 dan ke 8 prodi Ilmu Kedokteran dengan nilai 3,79 Cumlaude

Penulis: Imam Saputro | Editor: Putradi Pamungkas
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Doktor dari Prodi Ilmu Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Agung Susanto SpPD 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Doktor dari Prodi Ilmu Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Agung Susanto SpPD meneliti efek propolis dalam menghambat penyakit ginjal.

Ia meneliti dan dituangkan dalam desertasi dengan berjudul ''Peran Propolis sebagai Antiinflamasi dan antioksidan terhadap Fibrosis Interstisial pada Unilateral Ureteral Obstruction Tikus Putih Jantan Sebagai Model Penyakit Ginjal Kronik"

Ia berhasil mempertahankan desertasi dan berhasil lulus menjadi Doktor UNS ke 343 dan ke 8 prodi Ilmu Kedokteran dengan nilai 3,79 Cumlaude.

Dalam penelitiannya, Dokter spesialis penyakit dalam tersebut berhasil menemukan manfaat propolis bagi pasien penyakit ginjal.

Baca: Catut Nama Kontestan Indonesian Idol, Seorang Netter Lecehkan Penampilan Via Vallen di Panggung Idol

"Ini masih penelitian awal, propolis terbukti menghambat kerusakan pada pasien penyakit ginjal hingga tak menjadi pasien ginjal kronis atau gagal ginjal yang memerlukan cuci darah," kata dia, Kamis (26/4/2018).

Ia mengemukakan propolis yang mengandung antiinflamasi dan antioksidan tersebut secara molekuler, jaringan maupun klinis menurunkan progresivitas kerusakan pada ginjal.

Progresifitas ginjal kronis menurutnya ditandai dengan hilangnya sel ginjal dan digantikan dengan matriks ekstraseluler.

Metode penelitian tersebut menurutnya telah diuji pada hewan tikus putih jantan sebanyak 32 ekor.

Baca: Perubahan Nafsu Makan Jelang Menstruasi, Perlukah Dituruti?

''Penelitian ini sifatnya masih sangat awal, masih memerlukan penelitian lanjutan yang cukup panjang, "katanya.

"Namun ini hasilnya cukup bagus sehingga bisa terus dikembangkan pada riset-riset selanjutnya,'' kata Agung.

Penelitian ini, menurutnya, sangat potensial dikembangkan lagi karena angka pasien penyakit ginjal di Indonesia cukup tinggi.

''Ini terobosan supaya pasien tidak jatuh ke tahap kronis sehingga perlu dialisi atau cuci darah," ujarnya.

Ia juga berharap risetnya tersebut terus berlanjut sehingga manfaat medis dari propolis bisa lebih dipastikan dan bermanfaat untuk masyarakat. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved