Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Cagub Bali Mantra-Kerta Kirim Surat ke Jokowi

Surat ini ditandantangani Mantra Kerta pada Sabtu (5/5/2018) di Griya Sebasari, Renon, Denpasar, bertepatan dengan hari Tumpek Wariga

Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Cagub Bali Mantra-Kerta Kirim Surat ke Jokowi
KOMPAS.com/Robinson Gamar
Pasangan Calon Gubernur Bali nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (dua dari kiri) dan Ketut Sudikerta (dua kanan) mengirim surat ke Presiden Jokowi agar membatalkan reklamasi Teluk Benoa 

TRIBUNSOLO.COM, DENPASAR - Calon Gubernur dan wakil Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra Kerta) mempertegas komitmennya menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

Surat ini ditandantangani Mantra Kerta pada Sabtu (5/5/2018) di Griya Sebasari, Renon, Denpasar, bertepatan dengan hari Tumpek Wariga atau hari lingkungan dalam konsepsi Hindu Bali.

“Sebagai bentuk konsistensi kami menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, kami, pasangan Mantra Kerta hari ini melayangkan surat kepada Presiden Jokowi,” ujar Rai mantra.

Baca: Penggemar Berat, Anak Astrid Tiar Bahagia Bisa Video Call Sama Via Vallen!

Dia menambahkan sikap menolak reklamasi ini merupakan bentuk penegasan sikap pembangunan selaras alam dan lingkungan Bali sebagaimana ajaran Tri Hita Karana.

Bukan semata merupakan pragmatis untuk menggalang dukungan jelang Pilkada Bali 2018.

“Seperti yang selalu saya sampaikan di berbagai kesempatan, (sikap saya) menolak reklamasi Teluk Benoa bukan soal urusan pengaruh-mempengaruhi, tapi soal prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar"

"Baik sebagai Walikota Denpasar maupun sebagai calon Gubernur Bali,” kata Rai Mantra.

Adapun isi Surat Mantra – Kerta kepada Presiden Jokowi adalah sebagai berikut:

“..Melalui surat ini, kami Calon Gubernur Bali dan Calon Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta menyampaikan permohonan kepada Bapak Presiden Joko Widodo terkait permintaan Masyarakat Bali untuk mencabut Perpres No. 51 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita yang mana Perpres tersebut berisi tentang perubahan status Konservasi Teluk Benoa menjadi Zona Penyangga.

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help