Hadirkan Satwa Koleksi Terbaru, TSTJ Solo Gandeng Sejumlah Lembaga Konservasi

Di antaranya adalah dengan Kebun Binatang Badung, Kebun Binatang Maharani Lamongan, dan Kebun Binatang Ragunan.

Hadirkan Satwa Koleksi Terbaru, TSTJ Solo Gandeng Sejumlah Lembaga Konservasi
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Rombongan dari PMI Kota Solo dan SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar, melihat koleksi satwa di TSTJ, Jumat (10/2/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo bekerjasama dengan sejumlah lembaga konservasi lain untuk menyajikan satwa koleksi baru bagi pengunjung. 

Beberapa Lembaga konservasi tengah berkomunikasi dengan TSTJ.

Diantaranya adalah dengan Kebun Binatang Badung, Kebun Binatang Maharani Lamongan, dan Kebun Binatang Ragunan.

"Kita sedang galang kerjasama dengan beberapa lembaga konservasi untuk bisa menghadirkan koleksi baru." ungkap Dirut TSTJ Bimo Wahyu Widodo, Senin (7/5/2018) siang.

Baca: Air Mancur Menari Masih Diperbaiki, Taman Pelangi TSTJ Solo Kehilangan Separuh Pengunjung

Kerjasama yang dibangun adalah pertukaran koleksi satwa antar kebun binatang.

"Saat ini kita masih menunggu surat dari Dirjen Konservasi, Sumberdaya Alam dan Ekosistem untuk legalnya pertukaran tersebut," katanya.

Rencananya, pihak TSTJ akan menukarkan koleksi Kanguru Tanah miliknya dengan sejumlah satwa yakni Kapibara, Sitatunga, Pelikan dan Rusa Timor dengan Kebun Binatang Ragunan.

Sedangkan Kebun Binatang Maharani Lamongan akan menyerahkan Kapibara, Sitatunga, Rusa Timor, Rusa Sambar yang juga ditukar dengan Kanguru Tanah.

"Ada juga dari Kebun Binatang Bandung, kita mendapatkan Beruang Madu betina yang akan kita jodohkan dengan Beruang Madu jantan milik TSTJ," katanya.

"Selain itu juga akan ada pertukaran Rusa Timor untuk mencari darah segar dalam pembiakan," katanya.

Baca: Wali Kota Solo Bacakan Dongeng untuk Ratusan Anak di TSTJ

Dirinya berharap, semua koleksi tersebut telah tiba sebelum Lebaran, sehingga bisa dipamerkan kepada pengunjung.

"Selebihnya kita hanya menunggu (surat resmi dari Dirjen Konservasi Alam dan Ekosistem KemenLHK) sebab proses komunikasi sudah selesai," katanya.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help