Home »

Bisnis

» Mikro

PPI Siapkan Stok Komoditas Pokok untuk Kebutuhan Ramadan 2018

Pada periode Ramadan 2018, PPI menggelontorkan stok komoditas antara lain minyak goreng, gula pasir, serta daging sapi beku.

PPI Siapkan Stok Komoditas Pokok untuk Kebutuhan Ramadan 2018
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Antrean warga yang akan membeli gula pasir, Solo, Selasa (21/6/2016) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero telah lakukan persiapan terkait kebutuhan Ramadan 2018.

Hal tersebut dilakukan bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain, antara lain oleh Perum Bulog dan Pertani.

General Manager (GM) PPI Solo, Suyanto, berujar pada periode Ramadan 2018, PPI menggelontorkan stok komoditas antara lain minyak goreng, gula pasir, serta daging sapi beku.

"Untuk komoditas minyak goreng disediakan 5 ton, daging sapi beku disedikan 200 kg, dan gula putih kristal 5 ton selama kebutuhan Ramadan 2018," terangnya kepada Tribunsolo.com, Selasa (8/5/2018).

Baca: Archipelago International Bakal Lebarkan Sayap Properti ke Arab Saudi

PPI juga melakukan penggelontoran beras kualitas medium, dimana hal ini bekerja sama dengan Bulog.

Untuk penggunaan harga, PPI Solo tetap mengacu pada harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk Beras medium dibanderol harga Rp 9000 per kilogram, beras premium Rp 10,5 ribu per kilogram.

Minyak goreng kemasan dibanderol Rp 11,5 per liter, lantas daging sapi beku kualitas super dengan kandungan lemak 5 persen per kilogramnya dihargai Rp 85 ribu.

Baca: Akhirnya, Rizal Armada Resmi Lamar Wanita Asal Solo. Selamat Ya!

Komoditas tersebut didistribusikan salah satunya melalui penyelenggaraan Pasar Murah PPI khususnya untuk menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2018.

Selain itu, lanjut Suyanto, pihaknya juga akan menyalurkan komoditas tersebut melalui melalui jaringan outlet atau toko retail yang bermitra dengan PPI Solo.

"Untuk Pasar Murah PPI Solo masih harus berkonsultasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) di Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Daerah Soloraya terkait penetapan waktu dan titik lokasi," ujarnya.

Suyanto mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam menjalankan penugasan dari pemerintah, sebagai stabilisator harga dalam upaya menurunkan harga bahan pokok yang setiap memasuki bulan puasa dan Lebaran mengalami kenaikan. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help