Ini Alasan Banyak Penjual Gudeg di Jogja Jajakan Dagangannya pada Malam Hari hingga Subuh

Alhasil bagi wisatawan yang tak biasa makan tengah malam, harus pintar mengatur waktu makan dan terjaga saat malam.

Ini Alasan Banyak Penjual Gudeg di Jogja Jajakan Dagangannya pada Malam Hari hingga Subuh
TRIBUNNEWS.COM
Salah satu warung gudeg lesehan di Yogyakarta 

TRIBUNSOLO.COM - Menyantap gudeg di daerah Yogyakarta butuh niat juga persiapan.

Sebab kebanyakan gudeg legendaris memiliki jam operasional dari malam hari, bahkan sampai subuh.

Alhasil bagi wisatawan yang tak biasa makan tengah malam, harus pintar mengatur waktu makan dan terjaga saat malam.

Mengapa para penjual gudeg ini memiliki jam operasional di malam hari?

Baca: Pemkot Solo Larang Sweeping saat Ramadan

"Iya, itu ada alasannya."

"Orang Jawa itu punya filosofi menikmati sesuatu paling bisa dilakukan di malam hari."

"Sebutannya mat matan," kata pemerhati Kuliner Indonesia dan penulis buku kuliner, Prof Dr. Murdijati Gardjito saat ditemui KompasTravel di kediamannya, Yogyakarta, Rabu (9/5/2018).

Istilah mat matan dalam Jawa dijelaskan Murdijati adalah merasakan sesuatu secara santai, perlahan-lahan, dengan perasaan.

Baca: Gunung Merapi Meletus, Seluruh Wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Ditutup

Saat pagi ia menyebutkan biasanya orang sibuk menyiapkan hari, siang sibuk bekerja, dan malam menjadi sisa waktu untuk bersantai.

Maka tidak heran, menurut Murdijati, di daerah Yogyakarta dan sekitar ada banyak makanan yang dijual hanya pada malam hari.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help