Home »

Solo

Korban Tewas Bom Surabaya yang Dimakamkan di Solo Derita 95 Persen Luka Bakar

Nur, sapaan akrab Tri Nuryani, bercerita, dirinya menemani korban saat menjalani perawatan medis di RSAL Dr Ramlan, Jawa Timur.

Korban Tewas Bom Surabaya yang Dimakamkan di Solo Derita 95 Persen Luka Bakar
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Jenazah korban bom Surabaya, Sri Pujiastuti, dikuburkan di TPU Bonoloyo, Solo, Selasa (15/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sri Pujiastuti (67), korban bom Surabaya meninggal dalam keadaan 95 persen tubuhnya menderita luka bakar.

Hal itu dituturkan oleh keponakannya, Tri Nuryani (57), saat ditemui pada pemakaman Sri di TPU Bonoloyo, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Selasa (15/5/2018) siang.

Nur, sapaan akrab Tri Nuryani, bercerita, dirinya menemani korban saat menjalani perawatan medis di RSAL Dr Ramlan, Jawa Timur.

Serpihan bom, diceritakan Nur, telah melukai sekujur wajah dan bibinya yang tengah bersantai di teras Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).

Baca: Setahun Lalu Menikah Mewah dengan Dokter Tampan, Adik Oki Setiana Dewi Baru Umumkan Kehamilan

Gereja di Jalan Arjuna tersebut menjadi sasaran peledakan bom mobil yang dilakukan terduga teroris bernama Dita Upriyanto pada Minggu (13/5/2018) pagi.

"Saya menemani bibi saya, 95 persen tubuhnya kena luka bakar akibat bom," jelas Nur.

"Bibi juga telah dioperasi di wajah dan dadanya, diperban saat saya di sana."

Saat kejadian, lanjutnya, Sri duduk bersantai di teras gereja bersama para umat lainnya.

Baca: Setahun Lalu Menikah Mewah dengan Dokter Tampan, Adik Oki Setiana Dewi Baru Umumkan Kehamilan

Sri tengah menunggu jadwal dimulainya ibadah kedua pada Mingu pagi itu lantaran jam ibadah pertama telah usai.

"Saat duduk-duduk di teras, bom meledak, jaraknya sekitar 50 meter, dekat parkiran, kata teman bibi kendaraannya dan dokumen yang dibawah hangus terbakar," imbuhnya

Lantas, kejadian tersebut terdengar hingga kepada keluarga di Solo, termasuk Nur.

Nur mengaku terkejut nama bibinya ada dalam deretan korban akibat bom di GPPS.

Baca: Pelawak Gogon Srimulat Meninggal, Ini Pesan Terakhir yang Kerap Dikatakan Almarhum

Pihaknya ditelepon oleh pengurus rumah sakit tempat Sri dirawat untuk segera datang ke RSAL menemani korban.

Kendati telah sampai di rumah sakit, Nur tak sempat bercengkerama dengan bibinya yang tak bertahan lama menahan sakit luka bakar hingga tewas pada pukul 24.00 WIB.

Mewakili keluarga besar, Nur berharap dosa dan kesalahan bibinya dimaafkan dan meminta doa agar arwah korban bom diterima di sisi Tuhan. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help