Melihat Sisa Kejayaan Kota Tua Ampenan di Mataram, NTB

Pada masa lampau kota, mulai sekitar tahun 1800an, di pesisir Lombok ini menjadi pusat kegiatan niaga dengan pelabuhannya.

Melihat Sisa Kejayaan Kota Tua Ampenan di Mataram, NTB
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Gerbang Kota Tua Ampenan menyambut wisatawan di Kecamatan Ampenan, Mataram. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, MATARAM - Sejarah sebuah kota bisa dilihat dari bangunan-bangunan tua yang masih berdiri berdampingan dengan bangunan masa kini.

Bangunan yang tersisa sering kali menggambarkan kondisi budaya saat itu.

Seperti di Kota Tua Ampenan, sebuah kecamatan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Pada masa lampau kota, mulai sekitar tahun 1800an, di pesisir Lombok ini menjadi pusat kegiatan niaga dengan pelabuhannya.

Baca: Sembilan Satwa Baru TSTJ Solo Diharapkan Dongkrak Jumlah Wisatawan

Lambat laun, kota pelabuhan ini membentuk beberapa kampung berdasarkan asal penghuninya selain penduduk asli, orang sasak.

Ada Kampung Melayu, Kampung Arab, Kampung Bugis, dan Kampung Cina.

Berjalan menyusuri jalan-jalan di Ampenan, masih banyak bangunan dengan berbagai ciri arsitektur.

Rumah-rumah dengan banyak berjendela ciri tinggalan masa Belanda, juga rumah-rumah berlantai dua yang merangkap toko yang mencirikan kampung Tionghoa dan Arab.

Beberapa bangunan fisik yang masih jadi bukti pembauran masyarakat tempo dulu seperti adanya wihara dan masjid.

Halaman
123
Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help