Bom Bunuh Diri Serang Gereja di Surabaya

Sebelum Tewas Jadi Korban Bom Surabaya dan Dimakamkan di Solo, Begini Firasat Sri Pujiastuti

Sebelum tewas, Sri Pujiastuti (67), telah berfirasat ajal bakal menjemputnya jauh sebelum peristiwa bom di Surabaya terjadi.

Sebelum Tewas Jadi Korban Bom Surabaya dan Dimakamkan di Solo, Begini Firasat Sri Pujiastuti
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Keponakan Sri, Tri Nuryani 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -  Sebelum tewas, Sri Pujiastuti (67), telah berfirasat ajal bakal menjemputnya jauh sebelum peristiwa bom di Surabaya terjadi.

Sri sempat meminta untuk dimakamkan di Solo jika meninggal.

Demikian disampaikan oleh keponakan Sri, Tri Nuryani (57), warga Dempo Tengah RT02  RW14, Mojosongo, Jebres, Solo, ketika ditemui TribunSolo.com, Selasa (15/5/2018) siang.

Nur, sapaan akrabnya, mengatakan, bibinya sering berkomunikasi dengan keluarga di Solo melalui sambungan telepon.

"Bibi saya itu sering telepon, bahkan berpesan kalau meninggal nanti ingin dimakamkan di Solo, sudah berfirasat," ujar Nur.

Baca: Korban Bom Gereja di Surabaya, Sri Pujiastuti akan Dimakamkan di Solo, Siang Ini

Dia bercerita, keluarga besar Sri berdomisili di Solo.

Sri merantau sejak usai sekitar 20 merantau ke Surabaya seputar tahun 1970an.

"Bulik (bibi) sering bilang, kalau meninggal ingin dekat kakaknya, ibu saya yang juga dimakamkan di sini (TPU Bonoloyo,-Red)," bebernya.

Ditambahkannya, bibinya tersebut berencana ingin berkunjung ke Solo pada akhir Mei 2018.

"Tapi malah hari ini nanti benar pulang ke Solo dalam keadaaan wafat," ucap dia.

"Saya ga menyangka, tapi harus ikhlas " imbuhnya.

Adapun seperti diberitakan, korban bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno itu akan dimakamkam di TPU Bonoloyo, Kadipiro, Banjarsari, Solo pada Selasa siang ini sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca: Belajar dari Pengalaman Almarhum Gogon, Kenali 5 Faktor yang Sebabkan Panyakit Jantung

Menurut Nur, akan digelar prosesi pemakaman jenazah dengan upacara agama Kristen.

Rombongan 70 umat dari GPPS datang mengikuti prosesi pemakaman. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help