Anniesa Hasibuan Terbata-bata Baca Nota Pembelaan Pribadi di Sidang Kasus First Travel

Tangan kanannya yang tampak menggenggam microphone berkabel hijau juga terlihat bergetar.

Anniesa Hasibuan Terbata-bata Baca Nota Pembelaan Pribadi di Sidang Kasus First Travel
Kompas.com/KRISTIANTO PURNOMO
Terdakwa yaitu Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan (kiri), Direktur First Travel Anniesa Hasibuan (kedua dari kiri), dan Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua dari kanan) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh agen perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (12/3/2018). Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum. 

TRIBUNSOLO.COM - Suara Bos First Travel Anniesa Hasibuan mulai terbata-bata saat membacakan sebuah secarik kertas putih yang dipegang ditangan kirinya.

Tangan kanannya yang tampak menggenggam microphone berkabel hijau juga terlihat bergetar.

Pandangannya hanya terfokus pada sebuah kertas yang berisi tulisan tangan yang dibacanya sambil tertunduk dihadapan majelis hakim.

"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Anniesa Hasibuan mengawali bacaan dalam secarik kertas itu.

Anniesa kemudian melanjutkan bacaan dalan secarik kertas itu.

Baca: Ini Deretan Gaya Simpel Olla Ramlan Kenakan Kaus Oblong, Tetap Modis dan Kece

"Terima kasih yang Mulia Majelis Hakim telah memberikan kesempatan kepada saya. Saya sadar dan nyesel atas kesalahan, saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan," kata Anniesa dibarengi dengan suara mulai terisak-isak.

Anniesa kemudian terlihat tidak bisa menahan air matanya. Dia yang tampak mengenakan kemeja putih serta kerudung hitam itu terlihat menangis saat melanjutkan isi secarik kertas tersebut.

Anniesa membacakan bagaimana dirinya sangat sedih tidak bisa bertemu dengan kedua anaknya. Terlebih, anak keduanya yang masih berumur 9 bulan dan masih perlu asupan asi.

Selain itu, Anniesa terus terisak saat bercerita bagaimana dirinya terpisah dengan kedua anaknya itu.

Baca: Bos di Sebuah Perusahaan China Memaksa Para Karyawan Wanita untuk Menciumnya Setiap Pagi

"Terutama buah hati saya, nadura aira, bayi kevil saya telah dipisahkan saya. terlebih lagi bayi ini yang telah saya dambakan belasan tahun tidak bisa bertemu dan menyusui," ucap Anniesa sambil menangis.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help