Dihadiri Eks Napi Teroris, FGD Ini Sebut Ujaran Kebencian Termasuk Bagian dari Radikalisme

Jika fundamentalis berada dalam tataran keyakinan dalam sikap keagamaan, maka dalam radikalisme, hal itu dikonotasikan dengan aksi atau tindakan.

Dihadiri Eks Napi Teroris, FGD Ini Sebut Ujaran Kebencian Termasuk Bagian dari Radikalisme
TribunSolo.com/Efrem Limsan Siregar
Dr H Amir Mahmud berbicara dalam FGD Pilkada Damai 2018 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Tokoh agama Dr H Amir Mahmud menilai perkembangan sejarah fundamentalisme dan radikalisme berjalan bersamaan.

Hal itu diungkapkannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Pilkada Damai 2018 yang dihadiri Forkompimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah ormas, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, jika fundamentalis berada dalam tataran keyakinan dalam sikap keagamaan, maka dalam radikalisme, hal itu dikonotasikan dengan aksi atau tindakan.

Sekilas definisi keduanya hampir sama.

Baca: WhatsApp Persulit Admin Grup Masukkan Kembali Nomor yang Sudah Keluar

Semua orang, katanya, bisa disebut sebagai fundamentalisme.

Namun, Amir menggarisbawahi perbedaan antara kedua istilah tersebut terletak pada tindakan.

Mengujar kebencian pun, katanya, termasuk di antaranya.

“Jika dia sudah mengujar kebencian, maka dia sudah termasuk radikalisme,” terangnya.

Baca: Sapu Bersih Laga Kandang, Persis Solo Huni Peringkat 2 Klasemen Sementara Grup Barat Liga 2

Sebabnya, menurut Amir, orang yang mengujar kebencian ingin mengubah keadaan.

Halaman
12
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved