Dihadiri Eks Napi Teroris, FGD Ini Sebut Ujaran Kebencian Termasuk Bagian dari Radikalisme

Jika fundamentalis berada dalam tataran keyakinan dalam sikap keagamaan, maka dalam radikalisme, hal itu dikonotasikan dengan aksi atau tindakan.

Dihadiri Eks Napi Teroris, FGD Ini Sebut Ujaran Kebencian Termasuk Bagian dari Radikalisme
TribunSolo.com/Efrem Limsan Siregar
Dr H Amir Mahmud berbicara dalam FGD Pilkada Damai 2018 

“Ini sudah radikal,” lanjutnya.

Dosen Fakultas Ekonomi UNS Surakarta ini mengklaim definisi tersebut menurut riset yang pernah dilakukannya terkait fundamentalisme dan radikalisme.

Dalam diskusi tersebut, eks napiter asal Karanganyar juga sempat mengutarakan pendapatnya.

Baca: Dekati Usia Empat Puluh dan Punya Tiga Anak, Ini Penampilan Gres Indah Kalalo. Hot Mommy Banget!

Baginya, peran penceramah lebih mudah diterima oleh orang-orang yang dianggap radikalisme.

Dia pun menyarankan untuk dalam setiap ceramah tidak menyinggung kelompok-kelompok agar tidak menaikkan tensi orang-orang yang mendengarkannya.

“Kita harus mengungkapkan kebenaran, tidak dengan berlebihan,” katanya.

Wakapolres Karanganyar Kompol yang hadir dalam diskusi menilai aksi terorisem tidak ada keterkaitan dengan suatu agama.

Baca: Usai Disebut Sudah Hamil, Penampilan Terbaru Laudya Cynthia Bella Bikin Netter Syok dan Sedih

Karena itu, ia mengimbau tokoh agama untuk tetap menjaga kondusifitias di Karanganyar.

FGD ini turut dihadiri KH M Dian Nafi selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta, Mustain Ahmad selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Karanganyar.

Lalu, ada KH Zainudin selaku Ketua MUI Karanganyar, KH Kusaeni Hadan selaku Ketua PC NU Karanganyar.

Baca: Sempat Khawatir Perkembangan Anaknya, Cynthia Lamusu Bagikan Video Bima Bisa Ucapkan Mama

Agus Cipto Waluyo selaku Kepala Badan Kesbang dan Politik Kabupaten Karanganyar, Lettu Inf Tohar selaku Pasi Intel Kodim 0727 Karanganyar dan jajaran Kabag dan Kasat Polres Karanganyar.

Adapun tema FGD terkait pada meningkatkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adar dan organisasi masyarakat dalam menjaga kondusifitas dan keamanan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help