Home »

Solo

Manfaatkan Jabatan Kepala Leasing, Pria Asal Baki Sukoharjo Ini Jual Dua Mobil Sitaan Kantor

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, menuturkan, tersangka menjual dua mobil sitaan dengan menggunakan wewenangnya sebagai kepala cabang

Manfaatkan Jabatan Kepala Leasing, Pria Asal Baki Sukoharjo Ini Jual Dua Mobil Sitaan Kantor
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai (kiri) menghadirkan tersangka Usman (tengah) dalam gelar jumpa pers di Ruang Satreskrim Polresta Solo, Rabu (16/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Usman Rahmat (39), warga Baki, Sukoharjo, diringkus Polresta Solo.

Ia diduga melakukan penggelapan dengan jabatannya sebagai kepala cabang sebuah leasing mobil di Solo.

Yakni dengan menjual mobil sitaan milik kantor.

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, menuturkan, tersangka menjual dua mobil sitaan dengan menggunakan wewenangnya sebagai kepala cabang.

Baca: Sambut Ramadan 2018, Harris Solo Hadirkan Arabian Corner

"Dua mobil dijual seharga Rp 200 jutaan, dengan modus ingin memperpanjang pajak," jelasnya dalam gelar jumpa pers di Ruang Satreskrim Polresta Solo, Rabu (16/5/2018) siang.

Tindak kejahatan Usman terendus saat mulanya menyimpan dua mobil dan BPKB di rumahnya.

Dua mobil mobil itu meliputi Honda Jazz AD 9399 AT dan Suzuki Ertiga H 9000 DF.

Peristiwa terjadi pada Senin (12/5/2018) lalu, tersangka membawa pulang dua BPKB dua mobil tersebut.

Baca: 4 Bukti Manisnya Kisah Cinta Chelsea Islan dan Daffa Wardhana, Bikin Baper

Selanjutnya, ia menjual dua BPKB itu kepada orang lain.

Namun hasil jualan mobil itu tak dilaporkan kepada perusahaannya yang beralamat di Gilingan, Banjarsari, Solo.

Karyawan perusahaan, TW (47), lalu melaporkan pimpinannya itu ke Polresta Solo.

Kepolisian bertindak dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan tersangka di kediamannya.

Baca: DPRD Solo Sahkan 4 Raperda

Dari tangan tersangka, polisi menyita surat lamaran kerja, surat pengangkatan karyawan, slip gaji, bukti bon pinjam BPKB, hingga surat pernyataan peminjaman BPKB.

Atas tindakannya, pelaku dijerat dengan Pasal 374 tentang Penggelapan dengan Jabatan dan terancam penjara lima tahun.  (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help