Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Teror di Mapolda Riau

Pesan Terakhirnya Adem, Ipda Auzar yang Gugur Diserang Teroris di Polda Riau Dikenal Sosok Istimewa

Namun nyawanya tak dapat diselamatkan meski sudah mendapat perawatan di ICU rumah sakit.

Penulis: Noorchasanah Anastasia Wulandari | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Kolase
Ipda Auzar yang ditabrak mobil teroris di Mapolda Riau. 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang anggota polisi, Ipda Auzar, menghembuskan napas terakhirnya, Rabu (16/5/2018) pukul 10.00 WIB.

Auzar tewas setelah ditabrak mobil teroris yang menyerang markas Polda Riau pada hari yang sama.

Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Pekanbaru.

Namun nyawanya tak dapat diselamatkan meski sudah mendapat perawatan di ICU rumah sakit.

Pada pagi sebelum insiden kejadian yang menewaskannya, Auzar masih sempat mengirim pesan WhatsApp ke rekannya.

Baca: Sebelum Jadi Korban Tewas Penyerangan Mapolda Riau, Terungkap Ipda Auzar Sempat Kirim Ucapan Ini

Pesan WhatsApp tersebut berisi permohonan maaf jelang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Pesan yang hanya terbaca setengah tersebut terlihat dari gambar tangkap layar yang diunggah oleh pengguna akun Facebook Anton Juliztyo.

Kalimat yang terbaca dari pesan yang dikirim oleh Auzar sebagai berikut:

Baca: Makan di Restoran, Sejoli Bingung Ada Tetesan Air dari Atap, saat Dicek Ternyata Hal Menjijikkan

"mereka kesehatan, tawadhu' dalam iman, dan islam, keluarga yg bahagia, rizki yg barokah, serta terimalah amal ibadahnya dan pertemukanlah mereka dengan Ramadhan yg segera datang ini.

Aamiin aamiin aamiin yaa rabbal alamiin

Kami sekeluarga mengucapkan:
MARHABAN YA RAMADHAN,
MOHON MAAF LAHIR &
BATHIN.
H. Auzar & Kel"

Kiriman Ipda Auzar
Kiriman Ipda Auzar (Facebook)

Baca: Mapolda Riau Diserang, Empat Pelaku Ditembak Mati, Satu Polisi Tewas

Pesan dikirimkan oleh Auzar pada pukul 07.11 WIB.

Penerima pesan pun menjawab dengan ucapan berikut ini:

"Siap Pak Haji dgn ucapan yg sama semoga kita smua slalu dlm lindungan Allah Swt. amin ya rabbal alamin"

Sementara itu penelusuran TribunSolo.com dari berbagai sumber, Auzar dikenal sebagai sosok yang baik.

Ia merupakan seorang guru mengaji seperti ditulis oleh akun Twitter @polrespangkep1.

Baca: Teroris Serang Mapolda Riau, Pelaku Tabrakkan Mobil Lalu Hajar Polisi dengan Samurai

Tidak hanya itu, pria ini kerap menjadi muazin, orang yang mengumandangkan azan.

Gugurnya Auzar karena serangan teroris pun membuat duka mendalam bagi orang-orang yang ditinggalkannya.

Diberitakan sebelumnya, Markas Polda Riau (Mapolda) Riau tiba-tiba diserang sejumlah terduga teroris yang mengendarai sebuah mobil Avanza warna putih, Rabu (16/5/2018) sekitar pukul 09.00.

Mobil itu, menurut Doddy Vladimir, wartawan Tribunpekanbaru.com yang berada di lokasi kejadian, langsung menabrak pagar Mapolda Riau.

Baca: Penyerangan Mapolda Riau, Polisi Sita Tiga Buah Pedang dan Barang Bukti Lainnya

"Kejadiannya berlangsung cepat.Tiba-tiba turun orang mengenakan topeng langsung membacok anggota polisi yang ada di dekat lokasi kejadian," ungkap Doddy.

Akhirnya, polisi langsung melumpuhkan para pelaku dengan timah panas.

"Ada dua orang pelaku yang ditembak," ungkap Doddy.

Akibat kejadian itu, seorang kontributor televisi nasional mengalami luka-luka, karena saat itu ia berada di dekat pagar dan sedang mengambil visual Mapolda Riau. (TribunSolo.com/Noorchasanah A)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved