Kemenag Rilis 200 Nama Penceramah yang Dianggap Moderat, Lihat Daftarnya di Sini

Menurut Lukman, kedepannya daftar nama tersebut akan terus bertambah seiring dengan verifikasi yang dilakukan Kemenag.

Kemenag Rilis 200 Nama Penceramah yang Dianggap Moderat, Lihat Daftarnya di Sini
Warta Kota/Banu Adikara
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (16/3/2016). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kementerian Agama merilis 200 nama penceramah yang dianggap moderat serta jauh dari ajaran intoleran dan radikal.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, pihaknya merilis 200 nama tersebut untuk memenuhi permintaan masyarakat.

"Karena dalam beberapa hari terakhir, kami banyak mendapat pertanyaan dari sejumlah kalangan terkait kebutuhan untuk bisa mendapat penceramah yang baik," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Lukman mengatakan, permintaan tersebut umumnya datang dari musala atau majelis ta'lim yang ada di kementerian, lembaga atau instansi pemerintah, hingga Badan Usaha Milik Negara.

Baca: Galabo Baru Siap Sambut Pemudik di Solo

Oleh karena itu, Kemenag langsung meminta informasi dari sejumlah ormas Islam, masjid besar, tokoh tokoh ulama, kyai dan pemuka agama.

"Lalu kemudian kami menghimpun saat ini karena untuk segera bisa memenuhi harapan pihak yang menghendaki daftar nama penceramah itu, lalu yang pertama ini baru 200 daftar itu lah yang kami dapatkan," kata dia.

Daftar 200 nama tersebut dapat dilihat di situs resmi Kemenag (klik link berikut ini).

Menurut Lukman, kedepannya daftar nama tersebut akan terus bertambah seiring dengan verifikasi yang dilakukan Kemenag. 

Baca: Ramadan, Pengajian Sebelum dan Usai Tarawih Jadi Agenda Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo

"Bukan berarti yang tidak termasuk daftar 200 itu bukan penceramah moderat."

"Tapi yang jelas, yang 200 itu sudah benar-benar atas rekomendasi dari sejumlah kalangan," kata Lukman seperti dilansir TribunSolo.com dari Kompas.com.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help