Pembangunan GWO dan Masjid Sriwedari Segera Dimulai, Pelaku Usaha Belum Dapat Kepastian Tempat

Rencananya kedua bangunan tersebut akan segera dibangun pada bulan Juni 2018 atau usai lebaran.

Pembangunan GWO dan Masjid Sriwedari Segera Dimulai, Pelaku Usaha Belum Dapat Kepastian Tempat
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Suasana beberapa kios pedagang di Taman Sriwedari, Solo, Jumat (18/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pembangunan Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari Solo dan Masjid Taman Sriwedari Surakarta akan segera dimulai.

Rencananya kedua bangunan tersebut akan segera dibangun pada bulan Juni 2018 atau usai lebaran.

Namun, hingga saat ini para pelaku usaha di Sriwedari belum mendapat kepastian mengenai tempat berjualan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Paguyuban Rukun Santoso Sriwedari, Joko Sukamto, kepada TribunSolo.com.

Baca: BI Solo Siapkan Uang Tunai Rp 5 Triliun untuk Layani Masyarakat pada Lebaran 2018

"Kemarin saat pertemuan dengan pemkot kita bertanya-tanya, akan dibawa kemana bangunan pelaku usaha ini," katanya.

Pertemuan tersebut diikuti oleh sekitar 50 pedagang dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perdagangan pada Kamis (17/5/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Joko mengaku hanya diberi penjelasan mengenai rencana yang akan dilakukan oleh Pemkot Solo terkait Pembangunan Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari Solo dan Masjid Taman Sriwedari Surakarta.

"Habis lebaran akan dilakukan pemagaran di 2 tempat untuk pembangunan masjid dan gedung wayang orang yang baru tapi yang kami sayangkan itu beliau-beliau belum memberikan solusi," ujarnya.

Baca: Misteri Wanita yang Masuki Rumah Terduga Teroris, Ada yang Janggal dari Motor yang Dikendarainya!

Joko sendiri meminta kepada pemkot untuk segera membangunkan tempat bagi para pelaku usaha di Taman Sriwedari.

"Karena ini waktunya kan sudah mepet, tinggal sebulan lagi," ujarnya.

Seperti diketahui, puluhan warga serta pelaku usaha di kawasan Sriwedari yang tergabung dalam Forum Komunitas Sriwedari (Forksi) telah berhasil bertemu dan audiensi dengan Wali Kota Solo, pada Senin (5/3/2018).

Mereka mempertanyakan kejelasan nasib mereka terkait rencana pembongkaran kios atau lapak oleh Pemkot seiring penataan kawasan Sriwedari.

Namun, nyatanya hingga hari ini masih belum ada kejelasan terkait pembongkaran maupun revitalisasi pelaku usaha di Taman Sriwedari.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help