Ramadan 2018

Selalu Dinantikan Saat Ramadan, Bubur Samin Hidangan Istimewa di Masjid Darussalam Jayengan Solo

Ketua Takmir Masjid Darussalam, HM Rosyidi berujar tradisi yang dilakukan setiap tahunnya tersebut selalu mengundang animo positif dari warga

Selalu Dinantikan Saat Ramadan, Bubur Samin Hidangan Istimewa di Masjid Darussalam Jayengan Solo
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Suasana pembagian bubur Samin di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ribuan porsi Bubur Samin ludes dibagikan dalam waktu sekitar 30 menit di Masjid Darussalam di Kelurahan Jayengan, Serengan, Solo, Jawa Tengah.

Hiruk pikuk masyarakat yang rela antre untuk dapat menikmati bubur khas Banjar, Pulau Kalimantan, tersebut menjadi pemandangan menarik tersendiri.

Ketua Takmir Masjid Darussalam, HM Rosyidi berujar tradisi yang dilakukan setiap tahunnya tersebut selalu mengundang animo positif dari warga.

"Mereka pasti rela antre selepas Salat Ashar, dan untuk mendapatkan bubur samin khas Banjar tersebut," terangnya kepada Tribunsolo.com, Minggu (20/5/2018).

Baca: Debat Pilbup Karanganyar Besok, Juliyatmono Mengaku Tak Punya Persiapan Khusus

Untuk Ramadan 2018 ini disedikan sekitar 50 kg beras untuk sekitar 1.100 porsi dan 200 porsi di antaranya untuk berbuka di Masjid Darussalam.

Rosyidi berujar tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1980.

Berawal hanya dikonsumsi para perantau dari Banjar, bubur samin kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Bubur Samin di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah
Bubur Samin di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah (TribunSolo.com/Garudea Prabawati)

Pengolahan bubur samin ini butuh proses yang cukup lama, persiapan dilakukan pukul 10.00 WIB.

Baca: Polresta Solo dan 3 Klub Moge Kompak Gelar Baksos Undang Ratusan Anak Panti Asuhan

Racikan bahan dan bumbu antara lain beras, sayuran, bumbu rempah-rempah, irisan daging sapi, dan yang paling penting pakai minyak samin dicampur menjadi satu di dalam bejana besar.

Sekitar 11 orang dikaryakan untuk membuat bubur samin.

"Dalam pengolahan bubur ini harus diaduk terus agar tidak kering," terangnya.

Seusai Salat Ashar, bubur samin siap dibagikan kepada masyarakat. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved