Terjaring OTT, Camat Baki, Sukoharjo, Ditetapkan Polda Jateng sebagai Tersangka

Agus melanjutkan, tim Polda Jateng yang dipimpin Kompol Fadli melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti.

Terjaring OTT, Camat Baki, Sukoharjo, Ditetapkan Polda Jateng sebagai Tersangka
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi OTT. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Camat Baki Kabupaten Sukoharjo, Taufik Hidayat, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng.

Taufik diduga melalukan pungutan liar (pungli) atas izin pendirian tower telekomunikasi di Dukuh Kauman RT 03 RW 08, Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, kepada PT Dayamitra Telekomunikasi.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, mengatakan, Camat Baki telah ditangkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jateng kemarin Rabu (23/5/2018) siang.

"Penangkapan didasari oleh laporan warga pada Selasa (22/5/2018), tim menindak lanjuti dengan melakukan OTT di Kantor Camat Baki," jelasnya dihubungi TribunSolo.com, Kamis (24/5/2018) siang.

Baca: Remaja yang Tantang dan Hina Jokowi Ternyata Pernah Sekolah di SMA Elite Jakarta

Agus melanjutkan, tim Polda Jateng yang dipimpin Kompol Fadli melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya seperti uang tunai sebesar Rp 20 juta, satu bendel Referensi Peraturan tentang Rekomendasi Perizinan Kecamatan Baki Tahun 2017, hingga dua lembar Surat Rekomendasi Kecamatan Baki atas nama Taufik Hidayat.

Selain itu, dilakuan juga pemeriksaan intensif kepada Muhamad Ilyas Ibrahim wakil PT Daya Mitra Telekomunikasi, lalu Eko Setiyanto sebagai Staf Umum Kecamatan Baki, dan Camat Baki.

Kini, ketiganya dibawa ke Mapolda Jateng untuk menjalani pemeriksaan intensif kepolisian.

Baca: OTT di Buton Selatan, KPK Bawa Bupati dan Enam Orang Lainnya ke Jakarta Hari Ini

Untuk Camat Baki telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Muhammad Ilyas Ibrahim dan Eko Setiyano berstatus saksi.

"Masih dilakukan pemeriksaan di Polda Jateng, tidak ada penahanan," jelas Agus.

Tersangka lalu dijerat Pasal 12 huruf (e) UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved