Sabtu Besok, AJI Solo Bakal Gelar Diskusi 'Krisis Buku Anak di Indonesia'

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) mencatat ada 40.000 buku yang dicetak setiap tahun, sebagian besar merupakan buku anak.

Sabtu Besok, AJI Solo Bakal Gelar Diskusi 'Krisis Buku Anak di Indonesia'
Dok.Ist
Poster Mendongeng “Krisis” Buku Cerita Anak di Indonesia 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo bakal menggelar diskusi bertajuk Mendongeng “Krisis” Buku Cerita Anak di Indonesia di Green Library (depan Café Librairie, Jl. Lumbang Tobing, Setabelan), Sabtu (2/6) pukul 15,00-17.30 WIB.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Percik Aksara dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Solo ini menghadirkan Setyaningsih (penulis buku anak) serta Haerul Afandi (Ketua Perpustakaan Ganesa) sebagai pemantik diskusi.

Dalam rilis yang diterima TribunSolo.com, Jumat (1/6/2018), Ketua AJI Solo, Adib Muttaqin Asfar mengatakan jumlah buku cerita anak yang diterbitkan di Indonesia sebenarnya cukup lumayan.

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) mencatat ada 40.000 buku yang dicetak setiap tahun, sebagian besar merupakan buku anak.

Namun minat anak membaca buku cerita anak cenderung berbanding terbalik dengan ketersediaan bukunya.

“Generasi yang lahir di era saat ini boleh dibilang lebih tertarik mengakses internet dan media sosial daripada menenteng buku,” ujar Adib.

Meski demikian, beberapa tahun terakhir muncul fenomena masif untuk menggerakkan kesadaran literasi buku anak seperti dengan gerakan donasi buku, gerakan membaca atau mendongeng hingga “arisan” buku.

Diskusi yang terbuka untuk umum ini akan membahas sejauh mana tantangan dan solusi dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini hingga meneropong proyeksi buku cerita anak di masa mendatang.(*)

Penulis: Daryono
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved