Buntut Kebakaran Rumah Kos yang Tewaskan 8 Orang, Kepala Damkar Surabaya Dicopot dari Jabatannya

Pelantikan Chandra di posisi baru itu digelar Kamis kemarin secara tertutup di Balai Kota Surabaya bersama 3 pejabat lainnya.

Buntut Kebakaran Rumah Kos yang Tewaskan 8 Orang, Kepala Damkar Surabaya Dicopot dari Jabatannya
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Warga berupaya membantu proses evakuasi di rumah kos-kosan yang terbakar di Jl Kebalen Kulon, Surabaya. 

TRIBUNSOLO.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendadak memutasi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Chandra Oeratmangun usai peristiwa kebakaran rumah kos yang menewaskan 8 penghuninya Selasa lalu.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Chandra Oeratmangun dipindah menjadi kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Pelantikan Chandra di posisi baru itu digelar Kamis kemarin secara tertutup di Balai Kota Surabaya bersama 3 pejabat lainnya.

"Kepala Dinas Pemadam Kebakaran saat ini diisi pelaksana tugas," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser, dikonfirmasi, Jumat (1/6/2018) siang.

Baca: Delapan Penghuni Tewas Akibat Kebakaran Rumah Kos 2 Lantai di Surabaya

Fikser juga tidak membantah bahwa mutasi mendadak kepala Dinas Pemadam Kebakaran terkait peristiwa kebakaran rumah kos 3 hari lalu.

"Yes," kata Fikser singkat.

Dia juga menjelaskan, mutasi di tubuh Pemkot Surabaya sudah biasa dilakukan, sebagai upaya penyegaran untuk memaksimalkan pelayanan kepada warga Surabaya.

Kebakaran rumah kos 2 lantai di Jalan Kebalen Kulon II nomor 9 mengakibatkan 8 penghuninya meninggal karena terjebak api.

Baca: Begini Kronologi Kebakaran di Rumah Kos Kebalen Kulon Surabaya yang Tewaskan 8 Orang

Dari 8 korban meninggal, 5 orang dewasa, 2 anak, dan seorang lagi bayi laki-laki yang masih berusia 3 bulan. (Kompas.com/Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rumah Kos Terbakar dan Tewaskan 8 Orang, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dimutasi "

Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help