Berburu Mendoan Asli Khas Purwokerto, Paling Pas Disantap Pakai Sambal Kecap atau Cabai Rawit

Tetapi pelanggan yang ingin memboyong makanan itu ke rumah atau tempat yang jauh tak perlu khawatir.

Berburu Mendoan Asli Khas Purwokerto, Paling Pas Disantap Pakai Sambal Kecap atau Cabai Rawit
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Karyawan menggoreng tempe di toko mendoan Eco 21 Sawangan, Purwokerto Banyumas. 

TRIBUNSOLO.COM, BANYUMAS - Berkunjung ke Purwokerto Banyumas Jawa Tengah rasanya kurang jika belum mencicipi berbagai kuliner khas daerah itu.

Satu di antara makanan khas Purwokerto yang sudah tidak asing bagi pencinta kuliner adalah mendoan.

 Di sepanjang jalan Jenderal Soetoyo, Sawangan Purwokerto, berjajar sejumlah toko yang menjajakan oleh-oleh khas daerah.

Tetapi ada yang beda pada toko itu di banding toko oleh-oleh di tempat lain.

Baca: Video- Sempat Gagal saat Beri Tutorial Makan Mangga Muda, Wanita Ini Lakukan Aksi Kedua, Hasilnya?

Muka toko dipenuhi deretan tungku yang ditumpangi wajan penggorengan.

Beberapa pekerja sibuk menggoreng tempe yang telah dilumuri adonan tepung.

Tak butuh waktu lama untuk menggoreng, tempe yang belum matang betul itu buru-buru diangkat.

Karyawan menggoreng tempe di toko mendoan Eco 21 Sawangan, Purwokerto Banyumad.
Karyawan menggoreng tempe di toko mendoan Eco 21 Sawangan, Purwokerto Banyumad. (Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki)

Tempe tipis ukuran sekira 10x15 cm itu memang sengaja digoreng setengah matang atau mendo dalam bahasa Banyumasan.

Baca: Sahur on the Road di Jakpus Berujung Bentrok, Dua Remaja Ditangkap karena Acungkan Celurit

Bagi sebagian orang, mendoan nyatanya lebih disukai karena melahirkan cita rasa tersendiri.

Mendoan selalu disajikan dalam kondisi hangat.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help