Polri Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap Pasca Bom Surabaya akan Ditahan Terpisah

Pasca kerusuhan di Mako Brimob dan bom Surabaya, Polri sudah meringkus 96 terduga teroris dari berbagi daerah di Indonesia.

Polri Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap Pasca Bom Surabaya akan Ditahan Terpisah
TRIBUNNEWS.COM/Capture Youtube
Beberapa personel Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pasca kerusuhan di Mako Brimob dan bom Surabaya, Polri sudah meringkus 96 terduga teroris dari berbagi daerah di Indonesia.

Namun, 14 diantaranya tewas tertembak karena melakukan perlawanan.

Dengan begitu ada 82 terduga teroris yang ditangkap.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, ke-82 terduga teroris itu tidak akan ditahan di satu tempat yang sama.

"Akan dititipkan dibeberapa tempat," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Baca: Kerap Goda Bintang Tamu Cantik di The Comment, Istri Imam Darto Ternyata Tak Kalah Menawan

Namun, saat ditanya di mana saja tempat penahanan itu dilakukan, Setyo tidak mau menyebut nama lapas yang dimaksud.

Ia menuturkan, lapas untuk menampung terduga teroris masih rahasia.

Hanya saja, ia memastikan bahwa bahwa para tahanan itu akan diperlakukan khusus.

Seperti diketahui, pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Mei 2018, sebanyak 145 napi terorisme dipindahkan ke 2 lapas high risk di Nusakambangan, Jawa Tengah, yaitu Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih.

Baca: Pekerja Proyek Renovasi GOR Manahan Solo Diduga Jatuh dari Ketinggian 20 Meter

Sistem pengawasan di lapas high risk super ketat.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help