Home »

Bisnis

» Mikro

Staf Khusus Kemendag Eva Yuliana Beberkan Penyebab Melambungnya Harga Daging Ayam

"Harga tinggi dari pedagang karena mereka mengambil barang melalui pedagang perantara, tidak langsung kepada peternak," terangnya.

Staf Khusus Kemendag Eva Yuliana Beberkan Penyebab Melambungnya Harga Daging Ayam
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana (baju putih) saat operasi pasar daging ayam di Solo? 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Adanya kegiatan operasi pasar (OP) bisa menekan kenaikan harga daging ayam ras.

Hal tersebut dikatakan oleh Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Eva Yuliana.

Eva menjelaskan dalam OP memang harga daging ayam ras per kilogram dibanderol dengan harga Rp 33 ribu, lebih murah dibandingkan harga pedagang yakni Rp 40 ribu.

"Harga tinggi dari pedagang karena mereka mengambil barang melalui pedagang perantara, tidak langsung kepada peternak," terangnya, Selasa (12/6/2018). 

Baca: OP Kemendag di Pasar Jongke Solo Diprotes Pedagang Daging karena Sebabkan Dagangan Tak Laku

Padahal Kemendag telah meminta para peternak menetapkan harga jual ayam hidup senilai Rp 21 ribu per kilogram.

Sehingga pedagang di pasar tradisional bisa menjual daging ayam segar senilai Rp 33 ribu per kilogram.

Namun memang para pedagang di pasar tradisional kulakan pada para pedagang perantara dengan harga cukup tinggi yakni sekitar Rp 27 ribu per kilogram untuk ayam hidup, sehingga menjual kembali daging ayam segar tetap tinggi.

"Dari sini yang perlu ditertibkan adalah pedagang perantara yang mengambil keuntungan cukup tinggi," katanya.

Sementara OP yang diinisiasi pemerintah pusat itu menggandeng pemerintah daerah dan para peternak mandiri serta para integrator.

Sehingga upaya stabilisasi harga dan Pasokan selalu lancar. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help