Masih Berstatus Siaga, Gunung Agung Terekam 2 Kali Alami Gempa Selama 6 Jam Terakhir

Erupsi tidak diawali dengan gempa tremor, hanya terekam Gempa Letusan saja, erupsinya transien (singkat) tidak menerus.

Masih Berstatus Siaga, Gunung Agung Terekam 2 Kali Alami Gempa Selama 6 Jam Terakhir
ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi dengan latar belakang Gunung Agung yang mengeluarkan asap saat Hari Raya Nyepi tahun Caka 1940 di Jalan Tol Bali Mandara, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARAPURA - Aktivitas vulkanik Gunung Agung, Kamis (14/6/2018) mulai mereda.

Berdasarkan laporan PVMBG periode pukul 00.00 Wita, hingga pukul 06.00 Wita, terekam dua kali gempa hembusan di Gunung Agung.

Padahal sehari sebelumnya, Rabu (13/6/2018) Gunung Agung kembali megalami erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak Gunung Agung.

"Terekam 2 gempa hembusan dengan amplitudo : 2-3 mm dan durasi 30-45 detik ," Jelas Kapala Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, I Dewa Mertayasa.

Baca: Jokowi Bakal Mudik ke Solo, TNI dan Polri Apel Gelar Pasukan Antisipasi Ancaman Keamanan

Hasil pengamatan dari Pos Pantau Gunung Api Rendang, cuaca cenderung berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah barat dengan suhu udara 19-20 °C dan kelembaban udara 89-90 %.

"Tingkat Aktivitas Gunung Agung masih di Level III atau siaga," jelasnya.

PVMBG pun tetap menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Baca: Tim KPLP Temukan Dua Jenazah, Jumlah Korban Tewas KM Arista Bertambah Jadi 15 Orang

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help