Terhalang Mendung, Tim Pengamatan Hilal di Assalam Gagal Lihat Hilal

Meski demikan, kata Ar, di beberapa daerah lain seperti Palu dan Manado mengkonfirmasi bisa melihat hilal

Terhalang Mendung, Tim Pengamatan Hilal di Assalam Gagal Lihat Hilal
SRIWIJAYAPOST/SYAHRUL HIDAYAT
Ilustrasi pemantauan hilal 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, ​SUKOHARJO - ​Tim pengamatan Hilal di Assalam Observatory Sukoharjo gagal melihat hilal karena terhalang mendung. 

“Di Assalam hilal tidak bisa teramati karena terhalang mendung,” kata Pembina Club Astronomi Santri Assalam (CASA), Ar Sugeng Riyadi, Kamis (14/6/2018).

Meski demikan, kata Ar, di beberapa daerah lain seperti Palu dan Manado mengkonfirmasi bisa melihat hilal.

“Keputusan 1 Syawal tentu saja menunggu sidang Isbat dari pemerintah pusat, disini hanya salah satu dari sekian titik untuk pengamatan,” jelasnya.

Baca: Berencana Serang Polres Blitar, Lima Terduga Teroris Juga Rancang Aksi Perampokan Bank

Pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Syawal 1439 Hijriah dilakukan di 97 titik di seluruh Indonesia termasuk di Assalam, Sukoharjo.

Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Syawal 1439H.

Sidang isbat akan dihadiri duta besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hadir pula perwakilan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Baca: Piala Dunia 2018 : Rusia vs Arab Saudi, Potensi Duel Alot Terbuka Lebar

Proses sidang diawali dengan paparan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal secara astronomis menjelang awal Syawal 1439H.

Proses sidang itsbat dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help