Home »

Solo

Khatib Salat Id di Balai Kota Solo Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketaqwaan untuk Basmi Korupsi

Nashruddin menjelaskan, pada level ini kadar kebaikan seseorang sudah ada di 75 persen sementara keburukan di angka 25 persen

Khatib Salat Id di Balai Kota Solo Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketaqwaan untuk Basmi Korupsi
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Salat Idulfitri di Halaman Balai Kota Solo, Jumat(15/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus korupsi masih jadi ganjalan bagi pembangunan bangsa Indonesia.

Pelakunya dilakukan oleh orang pandai dan juga memiliki harta melimpah.

"Orang yang sudah kaya pun bisa terdorong melakukan korupsi, hal itu karena si pelaku tak bisa mengendalikan nafsunya," kata Khotib Salat Idulfitri di Halaman Balai Kota Solo, Nashruddin Baidan, Jumat(15/6/2018).

Untuk menanggulangi hal itu, kata dia, harus ada peningkatan kejiwaan seseorang dari level ammarah bi al su ke (nafsu buruk) ke mulhamah atau jiwa yang dapat ilham.

Baca: Hari Raya Idulfitri, Kota Solo Diprediksi Cerah Berawan

"Pada level ammarah bi su, kejahatan seseorang sangat kentara atau 75% jahat dan 25 % kebaikan, sementara di mulhamah sudah 50:50,"kata Nashruddin yang juga Ketua III MUI Jateng ini.

Akan tetapi ada satu cara untuk bisa terus meningkatkan level jiwa seseorang yakni dengan puasa.

"Puasa merupakan cara efektif untuk menempa jiwa manusia menjadi ke arah yang lebih baik, dari mulhamah bisa meningkat ke lawwamah atau jiwa yang mencela perbuatan buruk," katanya.

Nashruddin menjelaskan, pada level ini kadar kebaikan seseorang sudah ada di 75 persen sementara keburukan di angka 25 persen.

Baca: Nikita Mirzani : Libur Lebaran, Kerjain Sendiri Aja Ngepel, Nyapu, Nyuci

"Kemudian jika terus memperbaiki diri maka akan sampai ke level tertinggi yakni jiwa yang tenang," ujarnya.

Pada level tersebut semua kejahatan akan berakhir, termasuk korupsi.

Kondisi kejiwaan yang keempat adalah kondisi ideal yang harus jadi target semua orang dari tingkat terkecil hingga tertinggi.

"Jika taqwa bisa jadi karakter seseorang jika benar-benar berpuasa selama sebulan belakangan ini, maka otomatis kejahatan di muka bumi bisa terbasmi," katanya.

"Marilah kita mulai dari individu menempa diri untuk selalu bertaqwa kemudian diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, " tutupnya. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help