Juliyatmono Minta Ketua RT/RW Tak Lepas Tanggungjawab soal Keluarnya SKTM di PPDB 2018

Keluarnya SKTM ini tidak lepas dari persetujuan tingkat RT/RW sebelum akhirnya ditandangani pihak Kelurahan.

Juliyatmono Minta Ketua RT/RW Tak Lepas Tanggungjawab soal Keluarnya SKTM di PPDB 2018
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat ditemui awak media di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (5/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta Ketua RT/RW lebih selektif dalam memberikan rekomendasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) kepada warganya.

Hal itu diungkapkannya merespon keluhan beberapa warganet yang mempersoalkan penyalahgunaan SKTM yang diduga diberikan ke warga mampu secara ekonomi.

"RT/RW tidak boleh gegabah dan tidak boleh melepas tanggungjawab."

"'Urusan diterima atau tidak (di SMA/SMK) itu bukan urusan saya', tidak boleh begitu," kata Juliyatmono kepada awak media di Rumah Dinas Bupati, Karanganyar, Rabu (5/7/2018).

Baca: PPDB 2018, Kepsek SMAN 1 Karanganyar Bakal Keluarkan Siswa yang SKTM-nya Bermasalah

Keluarnya SKTM ini tidak lepas dari persetujuan tingkat RT/RW sebelum akhirnya ditandangani pihak Kelurahan.

Karena itu, Juliyatmono mengatakan, filter pertama dari SKTM berada di tingkat RT/RW.

"Mereka yang mengerti kondisi riil warga," terangnya.

Untuk mengantisipasinya, Juliyatmono menyarankan sekolah agar melakukan visitasi ke keluarga siswa yang menyertakan SKTM dalam pendaftarannya.

Apalagi saat ini sekolah dalam masa liburan, sehingga Juliyatmono menilai sekolah mempunyai waktu untuk melakukan visitasi.

Halaman
12
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved