Home »

Bisnis

» Mikro

Pasca-Lebaran 2018, Harga Bawang Bombay di Pasar Tradisional di Solo Naik

Sri Rahayu (38) salah satu pedagang bawang di Pasar Legi Surakarta berujar, kenaikan ini sudah terjadi sejak sekitar dua pekan yang lalu.

Pasca-Lebaran 2018, Harga Bawang Bombay di Pasar Tradisional di Solo Naik
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Bawang merah 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Usai Lebaran 2018, harga komoditas bawang bombay mengalami kenaikan harga.

Sri Rahayu (38) salah satu pedagang bawang di Pasar Legi Surakarta berujar, kenaikan ini sudah terjadi sejak sekitar dua pekan yang lalu.

"Saat ini per kilogram, bawang bombay dibanderol Rp 20 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram," terangnya kepada Tribunsolo.com, Rabu (4/7/2018).

Ia berujar harga mahal karena dari distributor sudah mahal.

Baca: Kejutan Kue Ultah Bobby Nasution dari Sang Istri, Kahiyang Ayu

Sedangkan untuk jenis lainnya malah mengalami penurunan, yakni bawang merah dan bawang putih.

Untuk bawang putih saat ini Rp 18 ribu per kilogram, sebelumya Rp 20 ribu.

Sedangkan bawang merah saat ini Rp 22 ribu per kilogram sebelumya Rp 25 ribu, sedangkan bawang merah yang lokal dibanderol Rp 15 ribu.

Sedangkan terkait adanya isu bawang merah palsu, pihaknya menanggapi bahwa komoditas tersebut tidak beredar di lapaknya.

"Katanya itu oknum yang impor barang tersebut dari India dengan sengaja menjual bawang bombay yang diimpornya sebagai bawang merah, harganya lebih murah, namun saya tidak jual itu karena takutnya mematikan harga pasaran bawang merah dari petani lokal," terangnya.

Baca: Ingin Melahirkan dalam Air di Bali, Putri Marino Terkendala Masalah Ini

Sementara pedagang bawang lainnya di Pasar Legi, Sumiyati (47) mengatakan hal serupa, bahwasanya di lapaknya tidak menjual bawang merah impor.

Terlebih yang disebut bawang palsu, pihaknya menyebut komoditas tersebut tidak beredar.

Pihaknya berujar, sebelum puasa pernah menjual bawang merah impor asal Pakistan, namun tidak banyak diminati pembeli.

Pembeli cenderung memilih yang lokal, karena rasanya berbeda. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help