Home »

Bisnis

» Mikro

Ampyang dan Sambel Pecel Khas Jawa, Terus Konsisten Hadirkan Wisata Kuliner Edukasi di Solo Raya

Bahkan sensasi membuat ampyang, atau makanan khas Jawa yang memiliki tekstur rasa manis serta gurihnya taburan kacang tanah.

Ampyang dan Sambel Pecel Khas Jawa, Terus Konsisten Hadirkan Wisata Kuliner Edukasi di Solo Raya
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Suasana kunjungan kelompok masyarakat ke Workshop Ampyang dan Sambel Pecel Khas Jawa, Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR- Satu lagi kuliner lokal yang terus konsisten berkembang di Solo Raya, yakni Ampyang dan Sambel Pecel Khas Jawa.

Telah eksis sejak 2013, usaha kuliner milik Danan Alif Faathir tersebut dapat menjadi pilihan wisata edukasi di Soloraya.

Pasalnya selain produksi ampyang juga sambel pecel, di workshopnya yang terletak di Jl Walet X, Tegalasri 06/08, Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, juga mengajak masyarakat untuk ikut serta memproduksi kuliner traditional tersebut.

"Banyak kalangan dari berbagai komunitas, sekolah, universitas, korporate, dan lainnya yang datang untuk sekedar merasakan bagaimana merasakan membuat makanan traidisional," katanya kepada Tribunsolo.com, Minggu (8/7/2018).

Baca: Takut Ketinggalan Kereta Api, Penumpang di India Ini Buat Informasi Hoaks soal Keberadaan Bom

Mereka, para kelompok masyarakat yang datang dapat secara langsung bagaimana sensasi menumbuk sambal (ndeplok sambel) untuk menjadi kuliner sambel pecel.

Bahkan sensasi membuat ampyang, atau makanan khas Jawa yang memiliki tekstur rasa manis serta gurihnya taburan kacang tanah.

Suasana kunjungan kelompok masyarakat ke Workshop Ampyang dan Sambel Pecel Khas Jawa, Karanganyar.
Suasana kunjungan kelompok masyarakat ke Workshop Ampyang dan Sambel Pecel Khas Jawa, Karanganyar. (TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI)

"Intinya kami selaku Usaha Kecil Menengah (UKM) ingin ikut serta melestarikan kuliner traidisional," katanya.

Terlebih, lanjutnya, memiliki potensi wisata unik berkonsep edukasi.

Semua ini, lanjut Danan, juga tak lepas dari perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar, di mana memberikan banyak kemudahan dan fasilitas.

Baca: Kuota SMP Tak Terpenuhi Karena Sistem Zonasi, Ini Saran Pemkot Solo

Support penuh, antara lain dalam kemudahan dalam memperoleh legalitas branding, hak paten, dan ijin halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain itu juga adanya bantuan peralatan serta modal usaha.

"Harapannya kuliner tradisional akan terus lestari, dan UKM ini dapat menjadi peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help