Kenaikan Dollar Tak Berpengaruh Signifikan terhadap Pedagang Kedelai Skala Kecil di Solo

Sri Ningsih (65) satu di antara pedagang kedelai di Pasar Legi Surakarta, berujar saat ini harga kedelai hanya naik tipis.

Kenaikan Dollar Tak Berpengaruh Signifikan terhadap Pedagang Kedelai Skala Kecil di Solo
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Lapak penjual kedelai di Pasar Legi Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Naiknya kurs Dollar Amerika terhadap rupiah berimbas langsung pada harga kedelai.

Namun, bagi pedagang kedelai di pasar tradisional Solo, pengaruhnya tidak begitu signifikan.

Sri Ningsih (65) satu di antara pedagang kedelai di Pasar Legi Surakarta, berujar saat ini harga kedelai hanya naik tipis.

"Kenaikan hanya Rp 500 saja," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (8/7/2018).

Baca: Akun Ini Unggah Foto Momen Sehari Sebelum Ibu Tien Wafat, Bikin Warganet Terharu

Saat ini, lanjutnya, ia mengambil dari distributor dengan harga Rp 7.000 per kilogramnya.

Sehingga pihaknya menjual ke pembeli dengan harga Rp 8000 per kilogramnya.

Kebanyakan, pembelinya dari pedagang eceran, biasanya produsen susu kedelai, tahu, dan tempe rumahan.

Lantas untuk stok pun, sehari dirinya menyediakan sekitar 1 kuintal stok.

Baca: 4 Nama Disiapkan, Pekan Depan Gerindra, PKS, dan PAN Bakal Bahas Cawapres Prabowo

Senada yang disampaikan Sri Ningsih, Hari Sutarti (66) pedagang kedelai di Pasar Legi ini pun juga mengaku tidak ada efek signifikan adanya kenaikan dollar Amerika terhadap harga jual kedelai di lapaknya.

"Memang sebetulnya ada kenaikan, tapi sedikit, sebelumnya Rp 7.000 per kilogram, saat ini Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram dari distributor" imbuhnya.

Dan pihaknya menjual Rp 10 ribu per kilogramnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved