Jumlah Uang Lusuh Tak Layak Edar Meningkat, KPw BI Solo Terus Sosialisasikan Gerakan Cinta Rupiah

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) membukukan adanya kenaikan jumlah uang lusuh tak layak edar sepanjang tahun 2016 ke 2017

Jumlah Uang Lusuh Tak Layak Edar Meningkat, KPw BI Solo Terus Sosialisasikan Gerakan Cinta Rupiah
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) membukukan adanya kenaikan jumlah uang lusuh tak layak edar sepanjang tahun 2016 ke 2017.

Sesuai data penusnahan uang yang dihimpun Tribunsolo.com dari KPw BI Solo, dituliskan tahun 2016 jumlah uang lusuh tak layak edar sekitar Rp 6,7 triliun.

Dan tahun 2017, uang lusuh tak layak edar sekitar Rp 9,7 triliun.

Sehingga dapat dikatakan terdapat kenaikan yakni 46,10 persen.

Baca: Kepala KPw BI Solo : TNI Punya Peran Jadi Agen Cinta Rupiah hingga ke Daerah

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bhakti Artanta, berujar adapun pemusnahan dilakukan antara lain untuk mengganti rupiah desain lama dengan emisi 2016 yang diluncurkan tahun lalu.

"Jadi uang lama yang masuk begitu lusuh tidak dicetak lagi"

"BI juga tidak lagi menerbitkan uang selain emisi 2016," katanya kepada Tribunsolo.com,saat ditemui dalam acara Sosialisasi Cikur dan Cinta Rupiah di Korem 074 Warastratama, Surakarta, Senin (9/7/2018).

Pihaknya juga menyampaikan banyaknya uang lusuh yang beredar di masyarakat antara lain juga karena masih minimnya bagaimana memperlakukan uang rupiah dengan baik.

Baca: DPP Pasoepati Masih Kumpulkan Informasi Terkait Dugaan Kerusuhan Suporter Persis Solo di Semarang

Masih banyak di kalangan masyarakat, dijumpai rupiah di-stapler, dilipat, diremas, dibasahi, dan dicorat-coret.

Bahkan parahnya, biasanya dibentuk sedemikian rupa untuk kebutuhan mas kawin pernikahan, hal tersebut tidak diperkenankan.

"Maka dari itu terselenggaranya acara sosialisasi dengan materi Cinta Rupiah ini setidaknya menggiring pemikiran untuk lebih baik dalam memperlakukan rupiah, sebagai alat pembayaran juga lambang Negara Indonesia," tutupnya. (*) 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help