Kepala KPw BI Solo : TNI Punya Peran Jadi Agen Cinta Rupiah hingga ke Daerah

Maka dengan memperlakukan uang rupiah dengan benar, maka juga secara tidak langsung ikut dalam upaya membela negara

Kepala KPw BI Solo : TNI Punya Peran Jadi Agen Cinta Rupiah hingga ke Daerah
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai ciri keaslian uang rupiah (Cikur) serta bagaimana memperlakukan uang rupiah yang benar kepada anggota TNI AD Korem 074 Warastratama, Surakarta.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI), Bandoe Widiarto berujar sosialisasi tersebut bertemakan Cinta Rupiah, Bela Negara Tanpa Senjata.

"Diharapkan dapat memberikan kesadaran bagaimana seharusnya memperlakukan Rupiah," katanya kepada wartawan, Senin (9/7/2018).

Karena lanjutnya, rupiah bukan hanya sekedar alat pembayaran semata namun juga simbol negara.

Baca: DPP Pasoepati Masih Kumpulkan Informasi Terkait Dugaan Kerusuhan Suporter Persis Solo di Semarang

Maka dengan memperlakukan uang rupiah dengan benar, maka juga secara tidak langsung ikut dalam upaya membela negara.

"Kegiatan ini sekaligus untuk memberikan pemahaman agar uang tidak dilipat, diremas, dibasahi, distaples dan tidak dicoret," terangnya.

Kegiatan ini sekaligus memberikan penjelasan mengenai bagaimana membedakan uang asli dan palsu.

Tujuannya adalah menekan peredaran uang palsu.

Baca: Ray Rangkuti Pesimistis Anies Baswedan Akan Berhasil Jadi Capres di Pilpres 2019

Dan juga lanjut Bandoe, dengan segmentasi para anggota TNI, diharapkan mereka dapat menyebarkan hingga ke daerah.

Antara lain anggota TNI yakni Babinsa bisa menyebarkannya ke warga desa.

Pada kesempatan sama, Pelaksana Harian (Lakhar) Kasrem Korem 074 Warastratama Letkol Inf Murdjoko berujar adanya kegiatan ini sangat penting bagi prajurit TNI dan masyarakat.

"Kami mengapresiasi langkah BI dalam menyampaikan sosialisasi mengenai uang, bagaimana memperlakukannya, mengenai uang palsu, juga ke bank sentralan," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help