KOPAPDI 2018 : Zaman Sekarang, Banyak Penyakit dengan Karakteristik Berbeda

Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (KOPAPDI) 2018 menyajikan berbagai materi ilmiah yang sangat up to date dan aplikatif

KOPAPDI 2018 : Zaman Sekarang, Banyak Penyakit dengan Karakteristik Berbeda
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Press conferense KOPAPDI 2018 di Alila Solo, Senin (9/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (KOPAPDI) 2018 akan menyajikan berbagai materi ilmiah yang sangat up to date dan sangat aplikatif.

Satu di antaranya yakni adanya Karakteristik keterjangkitan penyakit yang berbeda, yang terjadi di jaman saat ini.

Hal tersebut dikatakan oleh Bambang Purwanto, selaku Ketua organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Surakarta. 

"Saat ini persebaran penyakit banyak berubah, satu di antaranya penyakit langka yaitu difteri yang muncul kembali, dan menyerang masyarakat," katanya kepada Tribunsolo.com, saat ditemui usai Pers Conference KOPAPDI 2018, di Alila Solo, Senin (8/7/2018).

Baca: Selalu Dapat Pacar yang Beda Keyakinan Jadi Alasan Syahrini Belum Kunjung Menikah

Sebelumnya jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan ini banyak menyerang kalangan anak-anak. 

Namun saat ini penyakit tersebut mulai menyerang orang dewasa.

Bakteri yang menginfeksi bernama Corynebacterium Diphtheriae, dan mulai menginfeksi orang dewasa.

Sebaliknya, penyakit yang sebelumnya menyerang dewasa antara lain kadar gula tinggi, over-weight, hipertensi, saat ini mulai banyak menyerang anak-anak.

Dikarenakan adanya pengaruh pola makan, hidup tidak sehat.

Baca: Jumlah Uang Lusuh Tak Layak Edar Meningkat, KPw BI Solo Terus Sosialisasikan Gerakan Cinta Rupiah

"Walaupun memang karena faktor lain yakni genetik, misalnya bila kedua orang tua mengidap penyakit gula 90 persen anak-anaknya juga akan kena," katanya.

Bambang pun menambahkan, adanya permasalahan semacam ini vaksin cukup efektif supaya proses bisa diminalisisr dan masyarakat perlu paham.

Vaksinasi sangat perlu, tidak hanya anak-anak namun dewasa pun perlu.

Karena memang lebih baik mencegah dari pada mengobati. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved