Cerita Mahfud MD di Balik Perubahan Status Tersangka Irfan, Korban Begal di Bekasi yang Kini Bebas

Kali ini, Najwa memberikan beragam pertanyaan untuk Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

Cerita Mahfud MD di Balik Perubahan Status Tersangka Irfan, Korban Begal di Bekasi yang Kini Bebas
TRIBUNNEWS.COM
Mohamad Irfan Bahri (kiri)/ Mahfud Md (kanan). 

Namun Irfan yang jadi korban pembegalan justru dijadikan tersangka lantaran pelaku (begal) tewas saat remaja itu melawan.

Mahfud MD kemudian menyatakan bahwa pemberian status tersangka untuk Irfan itu tidak boleh secara hukum.

"Sore harinya, saya dan ibu Yenti Ganarsih bertemu dengan pak Jokowi dan saya mengambil kesempatan," tambah Mahfud.

PT Food Station Tjipinang Jaya Berbagi Pengalaman di Rapat TPID se-Soloraya

"Ada peristiwa orang bela diri tiba-tiba jadi tersangka tanpa proses pemeriksaan yang jelas, ini polisi tidak benar," cerita Mahfud saat mengungkapkan peristiwa Irfan pada Jokowi.

"Oh iya, kalau ada begitu biar nanti saya selesaikan, kalau saya baca sendiri berita seperti itu biasanya langsung saya telepon TNI atau Polri, kadang-kadang tidak baca, terima kasih anda memberitahukan," kata Mahfud menceritakan ulang apa yang dikatakan Jokowi.

Keesokan harinya, Irfan dikeluarkan dan diberi penghargaan.

Melihat kasus tersebut, Mahfud menilai Presiden Joko Widodo sangat responsif terhadap hal-hal konkrit yang tidak terlalu memiliki sensitifitas politik di negeri ini.

Pemberangkatan Jemaah Haji dari Asrama Donohudan Dibagi dalam Dua Fase

Setelah mendengar cerita Mahfud, Najwa menanyakan apakah boleh Presiden intervensi masalah hukum.

Mahfud pun menjelaskan di dalam ketatanegaraan presiden adalah penegak hukum.

Jadi memberitahu hal seperti itu biasa dan semua presiden melakukan itu.

Simak video lengkapnya di sini.

Penulis: rika apriyanti
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help