Bantu Diagnosis Penyakit Autoimun, Prodia Hadirkan Fasilitas Khusus

Prodia menyediakan pemeriksaan ANA IF, ANA Profile, ANTI dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, yang dapat dimanfaatkan para dokter untuk menunjang diagnosis

Bantu Diagnosis Penyakit Autoimun, Prodia Hadirkan Fasilitas Khusus
Tribun Bali/ Ida Ayu Made Sadnyari
Ilustrasi pelayanan di Prodia. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Prodia laboratorium klinik pertama yang mengusung Next Generation Medicine, Prodia menyediakan pemeriksaan-pemeriksaan lab yang dapat menunjang diagnosis para dokter terhadap penyakit autoimun.

Prodia menyediakan pemeriksaan ANA IF, ANA Profile, ANTI dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, yang dapat dimanfaatkan para dokter untuk menunjang diagnosis penyakit autoimun.

Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan pemeriksaan lanjutan terkait jenis-jenis autoimun itu sendiri pun tersedia.

Misalnya saja AIH untuk autoimun hepatitis, Laju Endap Darah (LED), ANA, antobodi spesifik yakni Antitopoisomerase-1 (anti-scl-70) dan Anticentromere antibody (ACA) serta urinalisis, untuk diagnosis sklerodema, dan masih banyak lagi.

POP! Hotel Solo Gelar Green Workshop, Ulas Pengolahan Bahan Bekas

Prodia juga menyediakan pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh.

Sementara pihaknya menyatakan, melihat fenomena autoimun di Indonesia ini, Prodia sebagai laboratorium klinik yang menjadi centre of excellence bagi para mitra kerja, salah satunya para dokter di Indonesia, mengadakan sharing informasi dalam bentuk seminar nasional.

Acara tersebut akan diselenggarakan di 18 kota besar di Indonesia yang mengangkat penyakit autoimun sebagai tema besarnya.

Seminar nasional mengusung tema Good Doctor for Better Autoimmune Treatments.

Dua Dosen ISI Solo Lolos Sebagai Peninjau Tingkat Nasional Monev PKM Kemenristekdikti 2018

“Melalui seminar nasional bersama para dokter ini, Prodia ingin memfasilitasi para dokter yang ada di seluruh Indonesia untuk mendapatkan informasi terkait penyakit ter-update ataupun penyakit yang angka kejadiannya cukup banyak, tetapi belum menjadi perhatian," katanya.

Mulai dari bagaimana gejala penyakit tersebut, seperti apa penanganan yang tepat, dan seberapa berbahaya penyakit tersebut.

Tema-tema yang dipilih Prodia juga akan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan para dokter untuk diketahui lebih dalam.

Lebih lanjut Indriyanti mengungkapkan, sebagai laboratorium klinik pertama yang mengusung Next Generation Medicine, serta gencar dalam edukasi P4 medicine, yang salah satu di antaranya adalah preventive medicine, Prodia merasa perlu turut andil untuk melakukan tindakan maupun kegiatan yang mendukung terwujudnya tindakan pereventif di tengah masyarakat.

Airlangga Hartarto Pasrah Soal Peluangnya Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

“Saat ini tindakan preventif itu perlu dilakukan oleh kita masyarakat umum agar dapat terhindar dari risiko terburuk sebuah penyakit," katanya.

Agar masyarakat bisa melakukan tindakan preventif sejak dini, diperlukan informasi dan juga semacam ajakan dari para dokter kepada pasien ataupun instansi kesehatan seperti Prodia. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help