PB PAPDI : Tingkat Pemerataan Dokter Spesialis Dalam di Indonesia Capai 90 Persen

PAPDI berharap, pemerataan dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia semakin optimal.

PB PAPDI : Tingkat Pemerataan Dokter Spesialis Dalam di Indonesia Capai 90 Persen
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Kongres Nasional Papdi di Hotel Alila Solo, Jumat (13/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) menyebutkan tingkat pemerataan dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia cukup memadai.

Pasalnya, prosentasenya mencapai 89 hingga 90 persen.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Papdi Sally Aman Nasution.

"Sampai saat ini tingkat pemerataannya mencapai 89 hingga 90 persen," terangnya kepada Tribunsolo.com, usai kegiatan Pers Conference Kongres Nasional Papdi di Hotel Alila Solo, Jumat (13/7/2018).

Kepolisian Prancis Kerahkan 110 Ribu Personel untuk Amankan Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2018

Tentu saja adanya pemerataan ini didukung juga dengan adanya infrastruktur, sarana dan prasarana yang ada di tiap-tiap daerah.

Pihaknya berujar, adapun daerah-daerah yang belum terjamah baik adanya dokter spesialis penyakit dalam serta infrastruktur kesehatannya tetap menjadi fokus PB Papdi.

Untuk itulah kegiatan visitasi pun dilakukan, tujuannya agar dapat mengerti kondisi di lapangan secara langsung, untuk kemudian dihadirkan solusi terbaik.

"Kegiatan visitasi ini pun, kami secara khusus meminta pihak pemerintah daerah terkait ikut serta cek ke lapangan, karena fasilitas kesehatan masyarakat juga tanggung jawab mereka," imbuhnya. 

Stevianne Agnecya Buka Suara, Ini Alasan Dirinya Hapus Semua Foto Suami di Instagram

Pihaknya juga menerangkan, yakni belum lama ini PB Papdi ke Saparua, wilayah Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Hasil visitasi di sana dokter spesialis penyakit dalam sudah cukup lengkap, di antaranya dokter dalam dan anestesi tetapi permasalahannya kamar operasi tidak bisa dipakai karena banyak alat yang rusak.

"Adanya hal tersebut kami pun langsung mengkomunikaiskannya kepada Bupati daerah setempat, dan dalam waktu tiga bulan kemudian seluruh peralatan sudah dilengkapi sehingga kamar operasi siap digunakan," imbuhnya.

Festival Seni Tradisional Jawa Tengah 2018 Akan Diadakan Tiap Tahun di TBJT

Pihaknya berharap, pemerataan dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia semakin optimal.

Sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat semakin terpenuhi. (*) 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved