Defisiensi Vitamin D Berdampak Serius bagi Kesehatan

Melalui seminar itu, ratusan dokter yang hadir sebagai peserta diajak untuk memahami dan menanggapi fenomena penyakit Autoimun di Indonesia.

Defisiensi Vitamin D Berdampak Serius bagi Kesehatan
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Suasana seminar nasional Prodia yang mengusung tema Good Doctor for Better Autoimmune Treatments, di The Sunan Hotel Solo, Minggu (22/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Riset mengatakan para ahli mengindikasikan bahwa masalah kekurangan vitamin D tidak bisa dianggap sepele.

Hal tersebut dibahas dalam acara Seminar Nasional Prodia yang bertema 'Good Doctor for Better Autoimmune Treatments'.

Melalui seminar itu, ratusan dokter yang hadir sebagai peserta diajak untuk memahami dan menanggapi fenomena penyakit Autoimun di Indonesia.

dr Nanang Sukmana, Sp.PD-KAI, FINASIM sebagai pembicara ke-2 dalam seminar berujar, autoimun memang paling banyak terjadi karena genetik.

Musibah Kebakaran di Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Sebuah Pabrik Mebel Ludes Dilahap Api

Tetapi saat ini telah ada penelitian yang menyatakan bahwa defisiensi atau kekurangan kadar vitamin D dalam tubuh dapat menjadi salah satu faktor resiko seseorang mengalami penyakit autoimun.

"Karena setelah diteliti ke mereka yang mengalami penyakit autoimun ditemukan nilai kadar vitamin D nya sangat kecil, kita juga perlu berhati-hati dengan ini dan para dokter perlu tahu ini," katanya dalam seminar Autoimmune Wellness bertajuk Good Doctor for Better Autoimmune Treatments, yang dilaksanakan di The Sunan Hotel Solo, Minggu (22/7/2018).

Pihaknya mengatakan, di Indonesia prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita berusia 45 hingga 55 tahun adalah sekitar 50 persen.

Penelitian di Indonesia dan Malaysia menemukan defisiensi vitamin D sebesar 63 persen terjadi pada wanita usia 18 hingga 40 tahun.

Melalui Seminar di Solo, Prodia Ajak Para Dokter Tanggapi Fenomena Penyakit Autoimun di Indonesia

"Sedangkan penelitian pada anak usia 1 hingga 12,9 tahun ditemukan 45 persen anak mengalami insufisiensi vitamin D," katanya.

Defisiensi vitamin D bisa berdampak serius terhadap kesehatan karena vitamin itu mempengaruhi lebih dari 200 gen, termasuk yang berkaitan dengan kanker dan penyakit autoimun. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved