Kemenkeu: SBSN Banyak Dimanfaatkan untuk Infrastruktur

Kementerian Keuangan menyatakan dana sukuk surat berharga syariah negara (SBSN) banyak dimanfaatkan untuk proyek infrastruktur di dalam negeri.

Kemenkeu: SBSN Banyak Dimanfaatkan untuk Infrastruktur
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Dialog Kinerja Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui Sukuk Negara Tahun 2018 di Alila Solo, Senin (23/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) menyatakan dana sukuk surat berharga syariah negara (SBSN) banyak dimanfaatkan untuk proyek infrastruktur di dalam negeri.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman berujar, dari tahun ke tahun, pembiayaan proyek melalui SBSN menunjukkan angka yang semakin meningkat.

Baik dari sisi jumlah Kementerian atau Lembaga (K/L) yang menjadi pemrakarsa proyek, nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah proyek yang di bangun, maupun berdasarkan sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan lokasi proyek SBSN yang dikerjakan.

"Sebagai gambaran pada tahun 2013 proyek yang dibiayai melalui SBSN hanya sebesar Rp800 miliar, pada tahun 2018 ini nilainya mencapai Rp22,53 triliun," katanya kepada wartawan dalam acara Dialog Kinerja Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui Sukuk Negara Tahun 2018, di Alila Solo, Senin (23/7/2018).

Pembangunan Fasilitas Pendidikan di IAIN Surakarta Kembali Gunakan Skema Pembiayaan Sukuk Negara

K/L yang menjadi pemrakarsa proyek SBSN juga semakin banyak, dari semula pada tahun 2013 hanya 1 K/L, di tahun 2018 ini sudah meningkat menjadi 10 unit eselon I dari 7 K/L.

Semakin meningkatnya minat K/L untuk memanfaatkan pembiayaan proyek melalui SBSN ini, tidak terlepas dari keunggulan desain model pembiayaan SBSN ini dibandingkan dengan sumber dana lain.

Yaitu antara lain prosedur pengusulannya juga mudah dan sederhana.

Nilai pembiayaan yang dapat diusulkan oleh K/L juga relatif lebih besar seiring dengan tren semakin meningkatnya penerbitan SBSN dan semakin berkembangnya pasar keuangan syariah.

"Kepada K/L diberikan fleksibilitas untuk memilih jangka waktu dan sistem kontrak yang akan digunakan, yaitu dapat berupa single year atau multi years disesuaikan kemampuan dan kapasitas masing-masing," katanya.

Sukuk Negara Jadi Inovasi Pembiayaan untuk Pembangunan Infrastruktur

Sistem administrasi pelaksanaan proyek SBSN termasuk tata cara pembayaran dan penarikan dananya juga relatif mudah dan sederhana. Ketersediaan pendanaan proyek SBSN dijamin oleh Pemerintah sampai berakhirnya periode kontrak pelaksanaan proyek tersebut.

Berbagai kemudahan dan fleksibilitas dalam pelaksanana proyek SBSN tersebut, didesain dalam rangka mendukung proses bisnis pelaksanaan proyek yang sederhana, mudah dan aman.

Namun tetap memungkinkan untuk pelaksanaan proyek secara baik dan menghasilkan output yang berkualitas tinggi. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help