Melalui Seminar di Solo, Prodia Ajak Para Dokter Tanggapi Fenomena Penyakit Autoimun di Indonesia

dr Nanang Sukmana, Sp.PD-KAI, FINASIM sebagai pembicara ke-2 dalam seminar berujar, penelitian terkait penyakit autoimun memang jarang.

Melalui Seminar di Solo, Prodia Ajak Para Dokter Tanggapi Fenomena Penyakit Autoimun di Indonesia
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Suasana seminar nasional Prodia yang mengusung tema Good Doctor for Better Autoimmune Treatments, di The Sunan Hotel Solo, Minggu (22/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bertempat di The Sunan Hotel Solo, Prodia menyelenggarakan seminar nasional mengusung tema Good Doctor for Better Autoimmune Treatments.

Melalui seminar yang digelar pada Minggu (22/7/2018) tersebut, ratusan dokter yang hadir sebagai peserta diajak untuk memahami dan menanggapi fenomena penyakit Autoimun di Indonesia.

Dalam seminar ini dihadirkan pembicara yakni dr Nanang Sukmana, Sp.PD-KAI, FINASIM, dr Agus Joko Susanto, SpPD-KAI FINASIM dan Gianni Yosephine, S.Si.

Mereka hadir sebagai pembicara yang akan memaparkan patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis pencegahan, dan pengelolaan (termasuk nutrisi).

Dalam Waktu Dekat Demokrat Bakal Tentukan Sikap Politik, Apakah Dukung Jokowi atau Tidak

Juga, dr Adji Suwandono, SpFM, SH selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia yang memaparkan mengenai etika kedokteran.

dr Nanang Sukmana, Sp.PD-KAI, FINASIM sebagai pembicara ke-2 dalam seminar berujar, penelitian terkait penyakit autoimun memang jarang.

"Karena jenis penyakit autoimun sendiri ada 80 jenis, oleh karena itu sangat penting bagi para dokter untuk mendapatkan update informasi agar para dokter dapat melakukan tindakan medis yang tepat bagi pasien yang bergejala maupun yang sudah mengalami autoimun," katanya kepada para peserta seminar, Minggu (22/7/2018).

Sementara dr Agus Joko Susanto, SpPD-KAI FINASIM sebagai pembicara ke-3 berujar, angka kejadian autoimun cukup banyak khususnya pada wanita.

Tetapi kesadaran masyarakat masih sangat kurang akan penyakit autoimun ini.

"Angka kejadian penyakit autoimun cukup mengkhawatirkan apalagi kejadiannya lebih tinggi dialami oleh wanita dibandingkan pria oleh karena itu penting sekali bagi para dokter untuk mengetahui lebih banyak informasi terkait penyakit autoimun ini," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved