Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Setelah Sebuah Bendungan di Laos Jebol

Sebuah bendungan di bagian tenggara Laos jebol pada Senin (23/7/2018)menyebabkan ratusan orang hilang

Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Setelah Sebuah Bendungan di Laos Jebol
Attapeu Today
Kondisi rumah warga yang terendam air dari bendungan yang jebol di Laos 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM, VIENTINE - Sebuah bendungan di bagian tenggara Laos jebol pada Senin (23/7/2018).

Bendungan tersebut digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air di Provinsi Attapeu, Laos.

Banjir bandang ini dikabarkan menerjang sekitar tujuh desa di sekitarnya.

Kepala Disparpora : Batik Terbaik Soloraya Ada di Girilayu Karanganyar

Dilaporkan Metro.co.uk, sedikitnya 20 orang meninggal dan ratusan orang lainnya hilang setelah bendungan itu memuntahkan 5 miliar liter air.

Sinyal telepon di sana pun sempat hilang.

Tidak hanya itu, musibah ini menyebabkan 6.600 orang kehilangan tempat tinggalnya.

Dukung Keselamatan Berkendara, Satlantas Polresta Solo Imbau Anak di Bawah Umur Tak Kendarai Motor

Para pejabat telah membawa perahu untuk membantu mengevakuasi warga di distrik San Sai ketika tingkat air meningkat, lapor ABC Laos.

Sebelumnya, kelompok-kelompok hak asasi lingkungan telah bertahun-tahun menyuarakan keprihatinan tentang ambisi PLTA Laos.

Mereka meneriakkan kekhawatiran atas dampak bendungan di Sungai Mekong, flora dan fauna dan masyarakat pedesaan serta ekonomi lokal yang bergantung padanya.

Dikabarkan Dirawat di Rumah Sakit karena Overdosis, Demi Lovato Dapat Dukungan dari Sejumlah Artis

Dalam sebuah video terlihat rumah-rumah tergenang dan berada di bawah air.

Dilansir TribunSolo.com dari AFP, sebelum jebol bendungan tersebut dilaporkan sempat mengalami kerusakan.

Hal ini disampaikan oleh perusahaan mitra asal Korea Selatan, SK Engineering & Construction, yang ikut dalam proyek pembangunan PLTA di Laos.

Ingin Bahagiakan Istri Sebelum Meninggal, Pria Ini Rela Menggendongnya Keliling Tempat Indah di Cina

Manajemen SK Engineering & Construction menemukan kerusakan pada pembangunan bendungan tambahan tersebut, Minggu (22/7/2018), sekitar pukul 21:00 waktu setempat.

(*)
Penulis: rika apriyanti
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help