Geliat Pembuat Alat Musik di Solo

4 Jenis Gong yang Jarang Sekali Diketahui, yang Terkecil Disebut Bende

Sedikit yang tahu, ternyata gong dibagi dalam empat jenis berdasar ukurannya. Apa saja?

4 Jenis Gong yang Jarang Sekali Diketahui, yang Terkecil Disebut Bende
TRIBUNSOLO/FACHRI SAKTI NUGROHO
Ari Istuti (38) perajin gong dan gamelan dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (26/7/2018) 

TRIBUNSOLO.COM - Bicara tentang gong, kita akan merujuk pada alat musik tradisional yang cara menabuhnya dengan cara dipukul.

Sebagai pemangku irama, gong 'bertugas' mengakhiri fase –frase lagu bahkan lagu itu sendiri.

Sayangnya, sedikit yang tahu, ternyata gong dibagi dalam empat jenis berdasar ukurannya.

Menurut Ari Istuti (38), pengrajin gong dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, gong terbagi menjadi empat.

Yakni, gong, suwukan, kempul, dan bende.

Gong adalah alat musik pukul yang berdiameter 80 cm atau paling besar.

Sementara suwukan berukuran 60 cm - 70 cm.

"Kalau ukuran 50 cm - 60 cm adalah kempul, di bawah ukuran tersebut namanya bende," ujar Ari kepada Tribun, Kamis (26/7/2018).

Ari mengaku, dalam sehari, ia dan 12 perajin di rumahnya mampu memproduksi sau buah gong.

Satu gong berdiameter 80 cm dijual Ari dengan harga Rp 10 juta.

Sementara untuk satu set lengkap gamelan perunggu dibanderol Rp 350 juta.

Pada masa jayanya, gong buatan keluarga Ari mampu menembus pasar internasional.

"Dahulu, gong buatan kami pernah dibeli orang Jepang, Brunei, Malaysia, dan Singapura," ujar Ari.

Namun kini, mayoritas pembeli gong Ari berasal dari Pulau Bali.

(Tribun/Fachri Sakti Nugroho)

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help