Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sambut Pilpres 2019

Kata Pengamat Ini, Penentuan Cawapres Prabowo Terlihat Alami Kebuntuan

"Jadi, kelihatannya cawapres Pak Prabowo ini mengalami jalan buntu," ujar Hendri saat bincang -bincang dengan Kompas.com, Jumat (3/8/2018).

Editor: Daryono
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat, nampaknya Prabowo Subianto mengalami jalan buntu dalam penentuan calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada Pemilihan Presiden 2019.

"Jadi, kelihatannya cawapres Pak Prabowo ini mengalami jalan buntu," ujar Hendri saat bincang -bincang dengan Kompas.com, Jumat (3/8/2018).

Saat ini, Prabowo dihadapkan pada tiga nama cawapres.

Dua di antaranya adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Salim Segaff Al Jufri.

Demokrat Berharap Prabowo Pilih AHY sebagai Cawapres

Apabila Prabowo menggaet Agus Harimurti Yudhoyono menjadi cawapres, kemungkinan besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan mendukungnya.

Hal itu tergambar dari pernyataan Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin, meski belakangan dibantah elite PKS lain.

Selain itu, Hendri menilai, Prabowo kurang 'sreg' dengan sosok Agus yang terbilang baru terjun di dunia politik dan langsung mendapatkan tiket menjadi cawapres.

"Karena memang AHY belum mumpuni di atas kertas maupun secara pengalaman."

"Modal besarnya hanya di SBY saja."

"Bayangkan pada saat misalnya Prabowo terpilih sebagai presiden, kemudian AHY juga memegang tampuk kepemimpinan, apa yang terjadi? Perbaiki citra dulu pada Mas AHY sebagai mantan TNI berpangkat Mayor," ujar Hendri.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Sebut Cawapres Prabowo Bakal Diumumkan pada 6 Agustus 2018

Demikian pula apabila Prabowo menggaet sosok Salim Segaf.

Demokrat yang memiliki dana kuat berpotensi menolak opsi tersebut.

Masalah lain, kata dia, elektabilitas Salim Segaf saat ini belum mampu mendongkrak elektabilitas Prabowo untuk mengalahkan Joko Widodo.

"Salim Segaf pun nampaknya akan sulit juga mendampingi Prabowo karena memang Prabowo ini sangat butuh tambahan elektoral yang cukup tinggi."

"Lawan terberat Jokowi memang masih Prabowo."

"Hanya saja memang disparitas elektabilitasnya masih terlihat jauh, meskipun setelah selesai pendaftaran, elektabilitas akan naik," ujar Hendri. (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengamat: Kelihatannya Penentuan Cawapres Prabowo Mengalami Jalan Buntu"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved