Cerita Peserta Audisi Umum Djarum Bulu Tangkis yang Sempat Dilarang Orangtua Bermain Sepak Bola

Bukti prestasi memang menjadi salah satu syarat pendaftaran audisi umum Djarum Beasiswa bulu tangkis 2018

Cerita Peserta Audisi Umum Djarum Bulu Tangkis yang Sempat Dilarang Orangtua Bermain Sepak Bola
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Pendaftaran audisi umum Djarum Beasiswa Bulu Tangksi 2018 di GOR RM Said, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Audisi umum Djarum Beasisswa bulu tangkis digelar di Karanganyar, Jawa Tengah, untuk mencari atlet-atlet cilik bulu tangkis se-Soloraya, Sabtu-Senin, 4-6 Agustus 2018

Meski demikian, nyatanya, audisi umum kali ini juga diikuti peserta dari luar wilayah Soloraya.

Muhammad Rifky Ardiasnyah adalah pendaftar yang datang dari Semarang, Jawa Tengah.

Rifky didampingi kedua orang tuanya menuju tempat pendaftaran ulang di GOR RM Said, Karanganyar, sambil menenteng sejumlah berkas pendaftaran.

"Kita tadi menyerahkan Kartu Keluarga, akte kelahiran, rapor sekolah, dan bukti prestasi bulu tangkis," kata Ibunda Rifky kepada TribunSolo.com, Jumat (3/8/2018). 

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 Digelar di Karanganyar

Bukti prestasi memang menjadi salah satu syarat pendaftaran audisi umum Djarum Beasiswa bulu tangkis 2018.

Panitia akan menanyakan hal tersebut kepada para pendaftar.

"Pertanyaan dari panitia, ikut bulutangkis dari umur berapa? Prestasinya apa saja? Kamu ikut dorongan dari siapa?" kata Ibunda Rifky.

Namun, bulu tangkis bukanlah olah raga pertama yang digemari Rifky.

Halaman
12
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help